Kecelakaan Maut Minsel
Tangis Guru dan Siswa SMA Negeri 5 Gorontalo Iringi Pemakaman Yessi Sukersi Mustaki
Isak tangis dari para murid dan guru SMA Negeri 5 Gorontalo pecah saat mengiringi prosesi pemakaman Yessi Sukersi Mustaki (41).
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Guru-dan-siswa-SMA-Negeri-5-Gorontalo-berkerumun.jpg)
Menurut pengakuannya, almarhumah memang dikenal sebagai sosok yang sangat sabar dalam menjalankan tugasnya mengajar.
Yessi Sukersi Mustaki tidak pernah terlihat memarahi siswa yang memang kesulitan dalam memahami materi bahasa Inggris.
"Tidak pernah marah, kalau yang tidak paham beliau mau mengajarkan dari awal," tutur Widiastuti mengenang kesabaran sang guru.
Kesedihan yang serupa juga dirasakan secara mendalam oleh seluruh pihak manajemen dan staf di SMA Negeri 5 Gorontalo.
Wakil Kepala Sekolah SMA Negeri 5 Gorontalo, Jufriani Mohi, mengaku dirinya merasa sangat terpukul atas musibah ini. Kehilangan salah satu guru terbaik di sekolah tersebut menjadi pukulan berat bagi seluruh rekan sejawat almarhumah.
Saat mencoba memberikan keterangan kepada media, suara Jufriani beberapa kali harus terhenti karena ia menahan tangis. Dalam suasana duka yang mencekam itu, ia mengaku hampir tidak mampu lagi mengeluarkan kata-kata untuk berbicara.
"Sudah tidak bisa bicara ibu, orangnya (almarhuma) baik kasihan, orangnya baik," ujarnya dengan suara yang terus bergetar.
Usai prosesi pemakaman rampung dilaksanakan, sejumlah guru SMA Negeri 5 Gorontalo terlihat masih berkumpul di area pemakaman.
Mereka bersama-sama mengirimkan doa terbaik untuk almarhumah sambil terus berusaha menahan isak tangis yang pecah. Raut wajah penuh kesedihan tampak sangat jelas terpancar dari para guru yang berdiri mengelilingi liang lahat almarhumah.
Meski doa bersama telah selesai dipanjatkan, sebagian besar dari mereka masih memilih untuk bertahan di lokasi pemakaman.
Tatapan mata mereka menunjukkan rasa kehilangan yang sangat mendalam atas kepergian rekan kerja yang dikenal bersahaja tersebut.
Tidak hanya para guru, sejumlah siswa aktif dan para alumni juga terlihat hadir dan larut dalam suasana duka yang menyelimuti. Kepergian Yessi Sukersi Mustaki kini meninggalkan kenangan tersendiri bagi banyak orang yang pernah mengenal sosok baiknya.
Dedikasinya sebagai seorang pendidik akan selalu diingat oleh para siswa yang pernah merasakan bimbingan langsung darinya.
Baca juga: Pesan Tak Biasa Fanny Anelsia Mustaki PNS Gorontalo Sebelum Kecelakaan Maut
Kronologi Peristiwa
Peristiwa nahas yang merenggut nyawa guru tersebut bermula saat kedua korban melakukan perjalanan darat dari arah Gorontalo.
Mereka berniat menuju ke Kota Manado, Sulawesi Utara, untuk mengunjungi orang tua mereka yang berada di sana.