Kecelakaan Maut Minsel
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail Jadi Inspektur Upacara Pelepasan Jenazah Korban Kecelakaan
Suasana duka mendalam menyelimuti rumah keluarga Mustaki di Kelurahan Wongkaditi Barat, Kecamatan Kota Utara
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Gusnar-Ismail-menjadi-Inspektur-Upacara-Pelepasan-Jenazah.jpg)
“Mereka berdua yang meninggal dunia,” ujarnya kepada TribunManado.Id.
Ia menambahkan, satu penumpang bernama Doni mengalami luka ringan, sementara pengemudi mobil bernama Ismail mengalami luka berat.
Menurut Engelina, kecelakaan terjadi karena mobil melaju dengan kecepatan tinggi hingga pengemudi kehilangan kendali.
Kendaraan keluar jalur, menabrak pohon, lalu menghantam sebuah rumah makan di pinggir jalan.
Benturan keras membuat bagian depan mobil ringsek dan bangunan rumah makan rusak parah.
Video yang beredar di media sosial menunjukkan kondisi mobil yang hancur dan atap seng bangunan roboh.
Peristiwa tragis ini menambah duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat Gorontalo.
Tetangga korban, Apris Doda, menyebut keduanya dikenal sebagai pribadi ramah dan baik hati.
“Kalau ketemu selalu menyapa tetangga. Orangnya baik-baik semua,” ujarnya.
Kehilangan ini dirasakan tidak hanya oleh keluarga, tetapi juga oleh lingkungan sekitar yang sudah lama mengenal mereka.
Dalam keluarga, Fanni dan Yessi merupakan tiga bersaudara. Satu saudara laki-laki mereka bekerja di Rumah Sakit Kandou, Manado.
Kini, keluarga harus menerima kenyataan pahit kehilangan dua putri terbaik sekaligus dalam satu peristiwa.
Upacara pelepasan yang dipimpin Gubernur Gusnar Ismail menjadi simbol penghormatan terakhir dari pemerintah dan masyarakat Gorontalo.
Prosesi ini diharapkan memberi kekuatan bagi keluarga Mustaki untuk tabah menghadapi cobaan besar.
Kehadiran gubernur juga menunjukkan bahwa pemerintah daerah berdiri bersama rakyat dalam suka maupun duka. (*)