Kandang Ayam Tenilo
DPRD Kota Gorontalo Desak Pemkot Tutup Peternakan Ayam Tenilo: Satu Bulan Waktu Pemindahan Ternak
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Gorontalo menyoroti aktivitas peternakan ayam petelur di Kelurahan Tenilo, Kecamatan Kota Barat
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-ayam-ternak-di-Desa-Tenilo-Kota-Gorontalo.jpg)
"Kurang tahu Pak, itu urusan bos," ujar Antir.
Ia juga menyebut tidak pernah mendengar adanya rencana penutupan dan aktivitas tetap berjalan seperti biasa.
Baca juga: Adhan Dambea Larang Warga Gorontalo Dirikan Kandang Ayam di Area Permukiman: Kota Ini Harus Sehat
Keluhan Warga Tenilo
Di sisi lain, warga sekitar masih merasakan dampak lingkungan. Jenab Mohamad, warga yang rumahnya berbatasan langsung dengan tembok kandang, mengeluhkan bau menyengat dan serbuan lalat, terutama saat musim hujan.
"Kalau hujan, baunya sangat menyengat. Baru-baru ini juga banyak lalat," kata Jenab. Selain bau, ia juga mengeluhkan kebisingan suara ayam pada malam hari. Jenab pun menyayangkan lahan yang awalnya direncanakan untuk pekuburan justru dijadikan kandang ayam.
Baca juga: Nyawa Taruhannya! Peringatan Keras Warga Gorontalo bagi Pembuang Sampah di Jembatan Jodoh
Berbeda dengan Jenab, warga lainnya, Apriyanto Abdul, mengaku tidak terlalu mempermasalahkan keberadaan peternakan tersebut.
Meski dapurnya berbatasan langsung dengan kandang, ia merasa bau yang muncul tidak terlalu parah. "Ada bau, tapi hanya sesekali kalau terbawa angin," ungkapnya.
Sebelumnya, polemik kandang ayam di Kelurahan Tenilo ini memicu protes warga karena lokasinya berada di pemukiman padat penduduk.
Hal ini mendorong DPRD Kota Gorontalo menggelar RDP yang melibatkan pihak-pihak terkait untuk memutuskan penghentian aktivitas peternakan demi kenyamanan dan kesehatan masyarakat. (*)