Pemkot Gorontalo
Terungkap! 70 Persen Dana Kelurahan di Kota Gorontalo Dialihkan untuk Tangani Sampah
Penanganan sampah menjadi fokus utama pembangunan lingkungan di Kota Gorontalo. Kebijakan ini bahkan menyentuh langsung pengelolaan anggaran
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PENANGANAN-SAMPAH-Petugas-pengangkut-sampah-di-Kota-Gorontalo-Rabu-1232025.jpg)
Ringkasan Berita:
- Setiap kelurahan menerima alokasi dana yang difokuskan untuk program kebersihan lingkungan dan pengangkutan sampah.
- Pemerintah kelurahan diminta mengalokasikan sebagian besar dana pengembangan wilayah untuk program kebersihan lingkungan.
- Sisa anggaran sekitar 30 persen atau sekitar Rp63 juta dialokasikan untuk perbaikan fasilitas umum
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Penanganan sampah menjadi fokus utama pembangunan lingkungan di Kota Gorontalo. Kebijakan ini bahkan menyentuh langsung pengelolaan anggaran di tingkat kelurahan.
Lurah Biawao, Nurhadi Taha, mengungkapkan pemerintah kelurahan diminta mengalokasikan sebagian besar dana pengembangan wilayah untuk program kebersihan lingkungan.
“Jadi kebijakan hari ini, Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, terkait kebijakan dana pengembangan kelurahan, kami diminta oleh Pak Wali Kota untuk mengalokasikan anggaran dari Rp200 juta dana pengembangan kelurahan itu diminta 70 persen,” ujarnya saat diwawancarai, Minggu (16/2/2026).
Ia menjelaskan, alokasi tersebut setara sekitar Rp147 juta yang difokuskan pada penanganan saluran air dan pengangkutan sampah di lingkungan permukiman.
“Itu untuk penanganan saluran, jadi pembersihan saluran, kemudian perbaikan sarana dan prasarana saluran dan juga soal penanganan sampah, pengangkutan sampah yang ada di berbagai tempat, baik itu di selokan kemudian di tempat-tempat yang biasanya bertumpuknya sampah,” jelasnya.
Sementara itu, sisa anggaran sekitar 30 persen atau sekitar Rp63 juta dialokasikan untuk perbaikan fasilitas umum yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat.
Program Gator Masuk Lorong Tekan Penumpukan Sampah
Untuk meningkatkan efektivitas pengangkutan sampah, pemerintah juga menambah armada pengangkut skala lingkungan.
Nurhadi menyebut, pengadaan gerobak motor listrik atau gator telah diterapkan di puluhan kelurahan untuk menjangkau kawasan permukiman padat yang tidak bisa dilalui truk sampah.
Baca juga: Darurat Sampah Nasional Bergema, Pantai Pohe Gorontalo Terkepung Limbah Kiriman
“Kami diminta untuk melakukan penanganan atau menambah infrastruktur sampah dengan kita mengadakan gator. Nah sekarang sudah ada gator di 50 kelurahan,” ujarnya.
Menurutnya, program yang dikenal sebagai “gator masuk lorong” berhasil mengurangi penumpukan sampah di kawasan permukiman warga.
“Program gator masuk lorong ini mendapat apresiasi dari berbagai warga yang tadinya sampah di lorong-lorong itu sampai tiga sampai empat hari belum diangkat, tapi sekarang kalau masuk lorong sudah tidak ada penumpukan sampah,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah juga menetapkan jadwal pengangkutan sampah secara terstruktur mulai pukul 06.00 Wita hingga pengangkutan akhir ke Tempat Pembuangan Akhir Talumelito.
Peran Masyarakat Jadi Kunci
Selain penguatan anggaran dan infrastruktur, pemerintah juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah.
Nurhadi menegaskan kesadaran warga dalam memilah sampah serta disiplin membuang sampah sesuai jadwal menjadi faktor penting keberhasilan program kebersihan lingkungan.