Gorontalo Hari Ini
Rawan Kecelakaan, Warga Gorontalo Minta Pemerintah Pangkas Tanaman di JDS
Keresahan menyelimuti pengendara yang melintasi Jalan Pangeran Hidayat atau Jalan Dua Susun (JDS), Kota Gorontalo
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
Ringkasan Berita:
- Rimbunnya tanaman hias dan pepohonan di median jalan membuat jarak pandang pengendara terbatas, memicu insiden nyaris tabrakan hingga kecelakaan ringan
- Pertigaan Dembe Jaya dan perempatan Jalan Cendana menjadi lokasi paling berbahaya karena tanaman tinggi, pohon besar, serta kaca cembung rusak yang memperparah kondisi
- Masyarakat meminta pemerintah menata dan memangkas tanaman, bukan menebang seluruhnya, agar keselamatan lalu lintas tetap terjaga tanpa menghilangkan fungsi estetika jalan
TRIBUNGORONTALO.COM – Keresahan menyelimuti pengendara yang melintasi Jalan Pangeran Hidayat atau Jalan Dua Susun (JDS), Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
Pasalnya, insiden nyaris tabrakan hingga kecelakaan ringan sering terjadi akibat rimbunnya tanaman hias dan pepohonan di median jalan yang menghalangi jarak pandang.
Kondisi tersebut membuat warga mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera melakukan penataan dan pemangkasan demi menjamin keselamatan berlalu lintas.
Pantauan Tribun Gorontalo pada Senin (16/2/2026), tumbuhan dengan tinggi melebihi batas aman tampak memanjang di median jalan, mulai dari sisi utara hingga selatan ruas JDS.
Rimbunnya dedaunan ini membuat pengendara kesulitan memantau arus lalu lintas dari arah berlawanan, terutama saat hendak berbelok atau memotong jalan.
Salah satu titik yang paling dikeluhkan warga berada di pertigaan menuju Jalan KH Adam Zakaria (arah Kelurahan Dembe Jaya). Di lokasi ini, bunga di median jalan tumbuh cukup tinggi tepat di area belokan.
Pengendara dari arah utara sering kali tidak bisa melihat kendaraan dari arah timur yang hendak memotong jalur atau sebaliknya.
Kondisi diperparah dengan keberadaan pohon besar di bahu jalan serta fasilitas kaca cembung lalu lintas yang kini rusak dan tidak berfungsi.
“Di sini memang rawan. Selain bunga di tengah jalan yang tinggi, tanjakannya juga cukup terjal," Parman Giu, seorang pengendara bentor.
"Kadang mobil dari arah lain sudah dekat, tapi tidak kelihatan karena terhalang tumbuhan,” tambah pria yang sehari-hari mangkal di kawasan tersebut.
Baca juga: Mobil Fortuner Terjungkal di JDS Kota Gorontalo, Identitas Sopir dan Penumpang Terungkap
Kendala di Perempatan Jalan Cendana
Keluhan serupa datang dari Rizal Saleh, warga di sekitar perempatan Jalan Cendana, Kelurahan Dulalowo Timur.
Sebagai jalur alternatif yang padat mobilitas, jarak pandang di titik ini sangat terbatas karena tanaman rimbun di median sisi selatan.
“Di sini juga rawan, apalagi banyak yang lawan arah karena ada pertokoan. Bangunan di sudut jalan juga ikut membatasi pandangan,” ungkap Rizal.
Rizal menegaskan bahwa warga tidak meminta tanaman tersebut dihilangkan sepenuhnya, melainkan hanya perlu perawatan rutin yang memperhatikan aspek keselamatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-tanaman-di-median-Jalan-Pangeran-Hidayat.jpg)