Siswi Gorontalo Dikeroyok
Siswi SMA Gorontalo Diduga Dikeroyok 3 Remaja Perempuan hingga Trauma, Ortu Korban Tolak Damai
Seorang siswi kelas XI salah satu SMA negeri di Kota Gorontalo diduga menjadi korban pengeroyokan oleh tiga remaja perempuan.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/R-orang-tua-siswa-SMA-di-Kota-Gorontalo-saat-diwawancarai-TribunGorontalocom.jpg)
"Psikiater menyimpulkan anak saya trauma berat. Dia tidak mau makan berhari-hari, takut keluar kamar, dan sering menangis sendiri," tambah R.
Baca juga: Segera Daftar! Lowongan Kerja Bank BTN dan Multifinance Sinarmas Gorontalo, Cek Syaratnya di Sini
Dugaan Motif
Dugaan pengeroyokan ini dipicu oleh persoalan asmara.
Salah satu pelaku diduga cemburu karena korban dikabarkan dekat dengan mantan kekasihnya.
R menegaskan bahwa apa pun alasannya, kekerasan terhadap anak di bawah umur tidak dapat dibenarkan.
Meski pihak sekolah telah memfasilitasi pertemuan antarorang tua, R merasa belum ada itikad baik atau permintaan maaf yang tulus dari pihak pelaku.
Bahkan, menurutnya, ada orang tua pelaku—yang juga berprofesi sebagai guru di sekolah tersebut—justru membela anaknya.
"Saya memutuskan untuk melanjutkan kasus ini ke ranah hukum. Saya tidak ingin ada damai karena harus ada efek jera agar kejadian serupa tidak terulang," tegas R.
Hingga saat ini, korban dilaporkan masih mengurung diri dan menolak untuk bertemu orang lain akibat trauma mendalam yang dialaminya.
(TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga)