Senin, 9 Maret 2026

Update Pasar Gorontalo

Update Harga Pangan di Pasar Andalas Kota Gorontalo per Sabtu 24 Januari 2025

Menjelang Ramadan Februari 2026, kondisi harga bahan pokok di Pasar Andalas, Kota Gorontalo, terpantau relatif aman dari

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Update Harga Pangan di Pasar Andalas Kota Gorontalo per Sabtu 24 Januari 2025
TribunGorontalo.com
BAHAN POKOK--Potret pedagang di pasar mingguan Andalas Kecamatan Kota Utara, Kota Gorontalo, Sabtu (24/1/2026). Sumber foto: TribunGorontalo.com/Jefri Potabuga. 
Ringkasan Berita:
  • Harga beras di Pasar Andalas, Kota Gorontalo, mengalami penurunan tajam menjelang Ramadan Februari 2026, sementara cabai dan minyak goreng mulai menunjukkan kenaikan. 
  • Pedagang menyebut stok bahan pokok masih aman, meski pergerakan harga dinilai belum stabil. 
  • Aktivitas perdagangan tetap ramai, dengan warga mulai lebih selektif dalam berbelanja menghadapi fluktuasi harga.

 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Menjelang Ramadan Februari 2026, kondisi harga bahan pokok di Pasar Andalas, Kota Gorontalo, terpantau relatif aman dari sisi ketersediaan stok.

Namun demikian, pergerakan harga sejumlah komoditas mulai menunjukkan dinamika yang patut dicermati.

Pantauan TribunGorontalo.com pada Sabtu (24/1/2026) mencatat harga beras justru mengalami penurunan cukup tajam, sementara beberapa komoditas lain seperti cabai dan minyak goreng mulai bergerak naik seiring mendekatnya bulan puasa.

Sejak pagi hari, Pasar Andalas yang berada di kawasan permukiman Andalas, Kecamatan Kota Utara, Kota Gorontalo, tampak ramai dipadati warga.

Baca juga: UI Punya Prodi AI, Mahasiswa Bakal Belajar dari Guru Besar AI Pertama RI

Aktivitas jual beli berlangsung intens, dengan suara tawar-menawar terdengar hampir di setiap sudut pasar, terutama untuk kebutuhan pokok harian.

Lapak-lapak beras berjajar di bagian tengah pasar, sementara pedagang sayur, rempah-rempah, ikan, dan minyak goreng memenuhi sisi kiri dan kanan lorong pasar.

Meski demikian, pasar ini belum memiliki pengaturan zonasi per komoditas.

Sejumlah pedagang bahkan berjualan hingga ke pintu masuk pasar di sepanjang jalan pasar.

Dari sisi harga, beras Super Win tercatat dijual Rp725 ribu per koli atau sekitar Rp15 ribu per kilogram.

Sementara itu, beras Ciherang lokal berada di kisaran Rp650 ribu per koli atau Rp13 ribu per kilogram.

Pedagang beras di Pasar Andalas menyebutkan bahwa tren penurunan harga ini telah berlangsung sejak akhir 2025 lalu dan belum menunjukkan tanda-tanda kenaikan hingga akhir Januari 2026.

“Harga beras memang turun sekali. Dari bulan lalu sudah mulai turun dan sampai minggu ini masih sama. Jadi pergerakan harga tidak naik-naik,” ujar Arya Yunda, salah satu pedagang beras di Pasar Andalas.

Menurut Arya, meski harga beras turun cukup signifikan, kondisi tersebut tidak sampai membuat pedagang merugi. Namun, keuntungan yang diperoleh juga terbilang tipis.

Baca juga: Masih Punya Utang Puasa? Syaban Jadi Kesempatan Terakhir Sebelum Ramadan Tiba

“Kalau dibilang untung besar juga tidak. Standar saja. Tidak rugi, tapi juga tidak untung sekali. Yang penting barang tetap jalan dan stok masih ada,” katanya.

Ia menjelaskan, pasokan beras saat ini masih ditopang dari sejumlah wilayah produksi di Gorontalo, seperti Paguyaman yang baru memasuki masa panen, Limboto, dan Telaga, serta pasokan dari luar daerah seperti Makassar.

“Sekarang masih ada stok dari Paguyaman yang baru panen, dari Limboto, Telaga, dan juga dari Makassar. Jadi sampai sekarang stok masih aman,” ujarnya.

Meski demikian, Arya memprediksi kondisi harga beras bisa berubah saat memasuki Februari 2026. Ia memperkirakan harga akan kembali bergerak naik seiring meningkatnya permintaan menjelang Ramadan serta adanya pengambilan stok oleh Bulog.

“Biasanya kalau sudah Februari itu mulai naik. Apalagi stok dari Makassar, kemudian Bulog juga ambil. Di situ biasanya harga ikut bergerak,” katanya.

Ia mengakui, tantangan terbesar yang dihadapi pedagang saat ini adalah ketidakstabilan harga yang membuat perhitungan usaha menjadi lebih sulit.

“Kesulitan kami itu harga tidak stabil. Turun terus, jadi susah juga mau atur perhitungan. Pedagang serba hati-hati,” ujarnya.

Sementara itu, untuk komoditas ikan, harga kakap merah di Pasar Andalas terpantau berada di angka Rp14.500 per kilogram. Untuk pembelian dalam jumlah besar, harganya mencapai sekitar Rp710 ribu per koli. Pedagang menyebut harga ikan relatif lebih stabil dibandingkan beras.

Pergerakan harga justru mulai terasa pada komoditas cabai. Andri Aneta, pedagang rempah-rempah di Pasar Andalas, mengatakan harga cabai rawit partai kini berada di kisaran Rp32 ribu per kilogram, sementara harga eceran mencapai Rp40 ribu per kilogram.

“Kemarin itu masih Rp30 ribu, sekarang sudah naik. Memang mulai terasa pergerakannya,” ujar Andri.

Menurutnya, kenaikan harga cabai rawit mulai terjadi sejak beberapa hari terakhir. Namun, untuk jenis cabai lainnya, harga masih relatif stabil.

“Cabai keriting masih Rp15 ribu per kilo, sama dengan minggu kemarin. Tomat yang naik, dari Rp10 ribu sekarang sudah Rp12 ribu per kilo,” katanya.

Untuk komoditas bawang, harga bawang merah masih bertahan di Rp40 ribu per kilogram, begitu pula dengan bawang putih yang juga dijual di angka Rp40 ribu per kilogram.

“Bawang merah dan bawang putih belum ada perubahan. Masih sama,” ujarnya.

Pergerakan harga juga terjadi pada minyak goreng. Rahman Mustapa, pedagang minyak goreng di Pasar Andalas, mengatakan harga minyak goreng kampung kini dijual Rp28 ribu per botol mineral, naik dari sebelumnya yang berada di kisaran Rp20 ribu hingga Rp25 ribu.

“Minyak goreng kampung sekarang sudah Rp28 ribu. Sebelumnya masih di kisaran Rp20 sampai Rp25 ribu,” kata Rahman.

Sementara itu, minyak goreng kemasan merek Bimoli ukuran dua liter kini dijual Rp43 ribu, naik dari harga sebelumnya Rp40 ribu.

“Kenaikan itu karena dari atas juga sudah naik. Pajak dan distribusi ikut pengaruh,” ujarnya.

Meski harga minyak goreng mengalami kenaikan, Rahman memastikan stok masih mencukupi hingga memasuki bulan puasa.

“Alhamdulillah stok masih cukup sampai puasa. Cuma memang harganya tidak stabil, naik turun,” katanya.

Secara umum, aktivitas perdagangan di Pasar Andalas masih berjalan normal. Warga tampak tetap berbelanja kebutuhan pokok, meski sebagian mulai lebih selektif dalam membeli akibat pergerakan harga sejumlah komoditas.

Menjelang Ramadan Februari 2026, para pedagang berharap pasokan dari daerah produksi maupun dari luar Gorontalo tetap lancar, sehingga harga bahan pokok dapat lebih terkendali dan daya beli masyarakat tetap terjaga.
(*/Jefri)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Senin, 09 Maret 2026 (19 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:31
Subuh 04:41
Zhuhr 12:02
‘Ashr 15:10
Maghrib 18:05
‘Isya’ 19:13

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved