Update Pasar Gorontalo

UPDATE Harga Bahan Pokok di Pasar Tradisional Tilamuta Gorontalo pada Kamis 24 Oktober 2024

Pantauan TribunGorontalo.com di pasar ini, yang terletak di Desa Hungayonaa, Kecamatan Tilamuta, menunjukkan kenaikan signifikan pada beberapa komodit

Penulis: Nawir Islim | Editor: Wawan Akuba
FOTO: Nawir Islim, TribunGorontalo.com
Suasana di pasar Tradisional Tilamuta Boalemo Gorontalo, pada Kamis (24/10/2024) 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Harga pangan di Pasar Tradisional Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo, mengalami beberapa perubahan pada Kamis, 24 Oktober 2024.

Pantauan TribunGorontalo.com di pasar ini, yang terletak di Desa Hungayonaa, Kecamatan Tilamuta, menunjukkan kenaikan signifikan pada beberapa komoditas.

Salah satu yang paling mencolok adalah harga cabai yang melonjak dari Rp 25 ribu per kilogram (kg) menjadi Rp 30 ribu per kg.

Kenaikan harga ini mendapat berbagai reaksi dari masyarakat. Erika Patilanggio, seorang warga Desa Limbato, menyatakan bahwa ia tidak mempermasalahkan kenaikan harga tersebut, asalkan kualitas tetap terjaga.

“Penting kualitasnya jangan sampai turun,” ujarnya.

Namun, Erika juga mempertanyakan fluktuasi harga cabai yang sering terjadi.

“Kenapa harga cabai naik turun, jadi kita juga harus memperhitungkan berapa banyak yang bisa kita beli dengan anggaran yang ada,” jelasnya.

Selain cabai, harga ikan juga mencatatkan kenaikan yang signifikan.

“Harga ikan naik parah. Tidak tahu mengapa, tapi kami jadi kesusahan berbelanja, apalagi di tanggal tua seperti ini,” tambah Erika.

Penjual cabai di pasar, Imran Harun, mengungkapkan bahwa harga cabai memang sering mengalami perubahan.

“Sudah biasa harga cabai naik turun, kadang sehari bisa dua kali berubah,” ungkapnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Minan Abdul, yang menambahkan bahwa perubahan cuaca sangat memengaruhi harga cabai.

“Kalau cuaca berubah-ubah, pastilah harga rica juga terpengaruh,” jelasnya.

Menurut penjual, harga cabai sudah naik sejak tiga hari lalu. Di sisi lain, Risma Abubakar, penjual ikan, menjelaskan bahwa harga ikan naik karena masih dalam musim angin di laut.

“Sekarang masih musim timur, jadi banyak nelayan yang tidak turun. Hasil tangkapannya pun sedikit,” katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved