UMKM Gorontalo
16 Ribu UMKM Gorontalo, Didominasi Anak Muda dengan Tren Street Cafe
Jumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Gorontalo terus meningkat dalam tujuh tahun terakhir.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/3-penjual-kopi-mobile-di-Gorontalo-Ngopi-asik-di-emperan.jpg)
Rekapitulasi jumlah UMKM menunjukkan tren kenaikan setiap tahun:
2019: 11.862 unit
2020: 12.892 unit
2021: 13.820 unit
2022: 14.697 unit
2023: 15.371 unit
2024: 15.785 unit
2025: 16.072 unit
Klasifikasi Usaha Kopi 2025
- Usaha kopi murni: 6 unit
- Warung/kedai kopi: 6 unit
- Pengolahan kopi: 6 unit
- Kopi keliling: 2 unit
- Jasa gilingan beras & kopi: 1 unit
- Kopi dessert: 1 unit
- Kopi bermerek lokal: 4 unit
Sebaran wilayah usaha kopi:
- Kota Tengah: 6 usaha
- Kota Selatan: 4 usaha
- Dungingi: 4 usaha
- Sipatana: 3 usaha
- Kota Barat: 3 usaha
- Kota Timur: 3 usaha
- Kota Utara: 2 usaha
- Dumbo Raya: 1 usaha
Baca juga: Sosok Agus Priono Adada, Anak Sopir Bentor Jadi Kanit Turjawali Satlantas Polresta Gorontalo Kota
Retribusi Lapak
Terkait rencana retribusi lapak UMKM di ruang publik, Jack menyebut pemerintah masih fokus pada tahap pendataan.
“Pelaku usaha diberi waktu sekitar enam bulan. Setelah itu baru akan dievaluasi bersama dinas terkait,” jelasnya.
Ia menambahkan, urusan retribusi akan dikoordinasikan dengan Dinas Perdagangan.
Jack menegaskan jumlah UMKM di Kota Gorontalo bersifat dinamis karena terus bertambah hampir setiap pekan.
“Hampir setiap minggu ada pelaku usaha baru, jadi pendataan terus kami perbarui,” ujarnya.
Dengan total 16.072 UMKM dan 26 di antaranya bergerak di sektor kopi, peluang usaha kopi dinilai masih terbuka lebar. Terlebih, sektor ini digerakkan oleh generasi muda dengan tren street cafe yang semakin kuat di pusat kota.
(TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga)