UMKM Gorontalo
16 Ribu UMKM Gorontalo, Didominasi Anak Muda dengan Tren Street Cafe
Jumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Gorontalo terus meningkat dalam tujuh tahun terakhir.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/3-penjual-kopi-mobile-di-Gorontalo-Ngopi-asik-di-emperan.jpg)
Ringkasan Berita:
- Jumlah UMKM di Kota Gorontalo terus meningkat setiap tahun, mencapai 16.072 unit pada tahun 2025
- Sektor kopi (khususnya street cafe) sedang menjamur, terutama di kawasan Pasar Sentral
- Pemerintah Kota Gorontalo mendukung pertumbuhan ini dengan menyediakan ruang usaha khusus
TRIBUNGORONTALO.COM – Jumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Gorontalo terus meningkat dalam tujuh tahun terakhir.
Berdasarkan rekapitulasi data Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UMKM Kota Gorontalo periode 2019–2025, total UMKM pada tahun 2025 mencapai 16.072 unit usaha.
Jumlah tersebut terdiri dari:
- Usaha mikro: 12.507 unit
- Usaha kecil: 3.170 unit
- Usaha menengah: 395 unit
UMKM tersebar di sembilan kecamatan dengan dominasi sektor kuliner, minuman, perdagangan eceran, jasa, serta ekonomi kreatif.
Dari total UMKM, 26 unit tercatat bergerak di sektor kopi. Jenis usaha kopi meliputi pedagang kopi, warung dan kedai kopi, pengolahan kopi rumahan, kopi keliling, hingga usaha turunan seperti kopi dessert dan jasa gilingan kopi.
Data ini masih bersifat sementara karena pendataan khusus usaha kopi belum rampung. Apalagi, UMKM kopi di kawasan Jalan Panjaitan, Pasar Sentral, dan sejumlah wilayah lain terus menjamur.
Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Kota Gorontalo, Jack Helingo, mengatakan perkembangan UMKM di daerah ini tergolong pesat.
“Kalau kami lihat, perkembangannya sangat signifikan. Banyak street cafe tumbuh di beberapa titik, terutama di kawasan Pasar Sentral. Itu menunjukkan geliat ekonomi mulai terasa,” ujarnya, Senin (19/1/2026).
Jack menambahkan, pertumbuhan UMKM juga didukung kebijakan pemerintah kota yang menyiapkan ruang usaha bagi pelaku UMKM.
“Pemerintah kota sudah menyiapkan space khusus di halaman kantor wali kota. Ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk mendorong UMKM agar perekonomian kota semakin membaik,” katanya.
Didominasi Generasi Muda
Sebagian besar pelaku UMKM di Kota Gorontalo berasal dari kalangan muda, khususnya generasi Z berusia 25–30 tahun.
“Mereka melihat peluang, sambil menunggu pekerjaan akhirnya mencoba membuka usaha,” kata Jack.
Menurutnya, tren gaya hidup ikut mendorong anak muda terjun ke usaha kopi dan street cafe.
“Sekarang tren nongkrong di tempat terbuka, harganya terjangkau, ada wifi, dan dari sisi rasa tidak kalah dengan coffee shop besar,” ujarnya.
Data UMKM 2019–2025
Rekapitulasi jumlah UMKM menunjukkan tren kenaikan setiap tahun:
2019: 11.862 unit
2020: 12.892 unit
2021: 13.820 unit
2022: 14.697 unit
2023: 15.371 unit
2024: 15.785 unit
2025: 16.072 unit
Klasifikasi Usaha Kopi 2025
- Usaha kopi murni: 6 unit
- Warung/kedai kopi: 6 unit
- Pengolahan kopi: 6 unit
- Kopi keliling: 2 unit
- Jasa gilingan beras & kopi: 1 unit
- Kopi dessert: 1 unit
- Kopi bermerek lokal: 4 unit
Sebaran wilayah usaha kopi:
- Kota Tengah: 6 usaha
- Kota Selatan: 4 usaha
- Dungingi: 4 usaha
- Sipatana: 3 usaha
- Kota Barat: 3 usaha
- Kota Timur: 3 usaha
- Kota Utara: 2 usaha
- Dumbo Raya: 1 usaha
Baca juga: Sosok Agus Priono Adada, Anak Sopir Bentor Jadi Kanit Turjawali Satlantas Polresta Gorontalo Kota
Retribusi Lapak
Terkait rencana retribusi lapak UMKM di ruang publik, Jack menyebut pemerintah masih fokus pada tahap pendataan.
“Pelaku usaha diberi waktu sekitar enam bulan. Setelah itu baru akan dievaluasi bersama dinas terkait,” jelasnya.
Ia menambahkan, urusan retribusi akan dikoordinasikan dengan Dinas Perdagangan.
Jack menegaskan jumlah UMKM di Kota Gorontalo bersifat dinamis karena terus bertambah hampir setiap pekan.
“Hampir setiap minggu ada pelaku usaha baru, jadi pendataan terus kami perbarui,” ujarnya.
Dengan total 16.072 UMKM dan 26 di antaranya bergerak di sektor kopi, peluang usaha kopi dinilai masih terbuka lebar. Terlebih, sektor ini digerakkan oleh generasi muda dengan tren street cafe yang semakin kuat di pusat kota.
(TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.