Penikaman di Pasar Sentral
Duduk Persoalan Penikaman di Pasar Sentral Gorontalo, Dipicu Dendam Lama
Peristiwa berdarah yang terjadi di Pasar Sentral Kota Gorontalo, rupanya dipicu oleh dendam lama terduga pelaku kepada korban.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/RICUH-PASAR-SENTRAL-Tangkapan-layar-video-kericuhan.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Peristiwa berdarah yang terjadi di Pasar Sentral Kota Gorontalo, rupanya dipicu oleh dendam lama terduga pelaku kepada korban.
Belakangan diketahui, terduga pelaku menyerahkan diri ke polisi, ia adalah pria dengan panggilan "Starky".
Sementara itu, korban yang sempat bersimbah darah di lokasi bernama Rion Kaluku.
Informasi terakhir yang TribunGorontalo.com terima, Senin (8/12/2025), kondisi Rion berangsur pulih saat dirawat di rumah sakit (RS).
Adhan Dambea, Wali Kota Gorontalo yang mulai menjabat 20 Februari 2025 menjelaskan persoalan itu di tengah pelaku UMKM di Pasar Sentral tersebut.
Perlu diketahui, bahwa dalam sebulan terakhir Pasar Sentral kini jadi tempat tongkrongan baru anak muda di Gorontalo.
Puluhan lapak UMKM penjual berbagai jajanan dan minuman memenuhi pelataran pasar tersebut.
Karena itu, peristiwa penikaman ini sempat bikin heboh. Pengunjung ketakutan dan penjual dirugikan.
Sebab, banyak yang lari tanpa bayar makana, serta kursi dan meja rusak.
Karena itu, Adhan Dambea perlu meluruskan persoalan itu.
Ia memastikan, bahwa penikaman tak ada hubungannya dengan realita keramaian Pasar Sentral.
Sebab, Pasar Sentral kebetulan hanya tempat terjadinya peristiwa, bukan pemicu.
Hanya saja, kebetulan terduga pelaku dan korban, ketemunya di Pasar Sentral tersebut.
Adhan Dambea pun meminta maaf atas peristiwa itu, sebab ia adalah pimpinan di Kota Gorontalo.
Ia pun menceritakan bahwa persoalan keduanya berawal dari Pemilihan Wali Kota (Pilwako).
Adhan ingat betul bagaiman korban menjelek-jelekan dirinya. Adhan bahkan mengaku sempat menyimpan bukti postingan tersebut.
Bahkan, korban dan sejumlah rekannya pernah ia laporkan ke Polda Gorontalo gara-gara serangan masif di media sosial tersebut.
Meski belum terkonfirmasi ke korban, namun Adhan melanjutkan bahwa atas dendam lama itu, Starky pun bertindak karena kebetulan bertemu di Pasar Sentral.
Atas hal itu, terduga pelaku, Starky, sudah lama memendam amarah Rion Kaluku.
"Tetapi kebetulan semalam ketemu dengan saudara Rion ini (di Pasar Sentral),” ujarnya.
Adhan memaparkan kronologi awal sebelum penikaman.
Menurutnya, Starky awalnya hanya pergi ke bagian belakang area pasar.
Ia mengaku sempat ragu dengan sosok Rion, sehingga mencoba memastikan identitasnya.
Namun, saat dijawab, tiba-tiba terjadi serangan yang memicu penikaman dan kericuhan besar di pelataran pasar.
Kegiatan UMKM Tidak Terkait Peristiwa
Adhan menegaskan bahwa insiden tersebut bukan terjadi karena kegiatan komunitas UMKM di Pasar Sentral.
Ia mengingatkan bahwa aktivitas UMKM yang kini ramai di Pasar Sentral murni berasal dari inisiatif warga.
“Kegiatan ini kegiatan saudara-saudara, bukan kegiatan komunitas pemerintah. Pemerintah hanya memfasilitasi, menyiapkan tempat. Ini benar-benar lahir dari masyarakat, mayoritas generasi muda,” tegasnya.
Ia meminta agar bila terjadi persoalan antarpersonal, sebaiknya diselesaikan secara internal atau dilaporkan ke pihak kepolisian untuk mencegah konflik berkembang menjadi kekerasan.
Adhan bahkan mengungkap bahwa ia sendiri pernah melaporkan dugaan pencemaran nama baik ke Polda Gorontalo namun tidak diproses.
Ia menilai jika laporan itu ditindaklanjuti, kemungkinan besar insiden Sabtu malam tidak akan terjadi.
Meski begitu, kericuhan yang terjadi menyebabkan ratusan kursi dan meja UMKM rusak.
Adhan mengapresiasi sejumlah pihak yang langsung berinisiatif mengumpulkan dana untuk mengganti kerugian pedagang.
Namun ia mengingatkan agar penggantian dilakukan dengan jujur dan berdasarkan bukti riil, bukan dengan menambah-nambahi kerusakan.
“Saya sarankan, jangan kasih uang. Dihitung berapa kursi yang rusak, diganti dengan kursi, bukan uang. Jangan tambah-tambah, kalian dapat dosa. Yang penting ada nota yang benar,” tegasnya.
Walau sempat mencekam, Adhan memastikan aktivitas UMKM di Pasar Sentral tetap berjalan setelah kejadian.
Ia memantau langsung kondisi lapangan dan memastikan sebagian pedagang kembali berjualan pada malam berikutnya.
“Alhamdulillah malam ini juga saya pantau terus. Masih ada yang jualan.”
Adhan berharap kejadian tersebut menjadi pembelajaran bersama agar konflik pribadi tidak merembet ke ruang publik dan merugikan banyak pihak, terutama para pelaku UMKM yang kini menggantungkan penghasilan di kawasan Pasar Sentral. (*)
| BREAKING NEWS: Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea Diperiksa Polisi Pasca Pembacokan di Pasar Sentral |
|
|---|
| Pedagang Kopi di Pasar Sentral Gorontalo Curhat Sepi Pembeli Imbas Kasus Pembacokan |
|
|---|
| Terungkap Detik-detik Pembacokan di Pasar Sentral Gorontalo, Korban Lagi Nongkrong Bersama Keluarga |
|
|---|
| Kronologi Rion Kaluku Dianiaya 3 Pria di Pasar Sentral, Wali Kota Gorontalo Sempat Cegah Pelaku |
|
|---|
| Polresta Gorontalo Kota Resmi Tetapkan AR sebagai Tersangka Pembacokan di Pasar Sentral |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.