Penikaman di Pasar Sentral
Pedagang Kopi di Pasar Sentral Gorontalo Curhat Sepi Pembeli Imbas Kasus Pembacokan
Pedagang kopi di kawasan Food Street Pasar Sentral Kota Gorontalo mengeluhkan sepinya pembeli setelah insiden pembacokan
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Arul-Ismail-pedagang-kopi-di-Pasar-Sentral-Kota-Gorontalo.jpg)
Ringkasan Berita:
- Pedagang kopi Arul Ismail mengeluhkan kunjungan pelanggan turun drastis sejak kasus pembacokan
- Food Street Pasar Sentral yang jadi pusat nongkrong dan kuliner malam kini lengang
- Arul menegaskan kondisi pasar aman dan insiden murni masalah personal di luar area
TRIBUNGORONTALO.COM – Pedagang kopi di kawasan Food Street Pasar Sentral Kota Gorontalo mengeluhkan sepinya pembeli setelah insiden pembacokan yang terjadi beberapa hari lalu.
Suasana yang biasanya ramai kini berubah lengang, membuat pelaku UMKM merasakan dampak langsung dari kasus tersebut.
Arul Ismail, salah satu penjual kopi di lantai dasar dan lantai dua Pasar Sentral, mengaku kunjungan pelanggan turun drastis sejak peristiwa itu.
“Biasanya ramai, sekarang sangat sepi. Kunjungan sangat berpengaruh,” keluh Arul saat ditemui TribunGorontalo.com..
Ia menuturkan, jam ramai biasanya terjadi mulai pukul 21.00 Wita. Namun sejak insiden pembacokan, kursi-kursi di area usahanya praktis tak bertuan.
Beberapa temannya bahkan mengaku takut datang ke Pasar Sentral karena trauma dengan kejadian tersebut.
“Teman takut, trauma lah,” ujarnya singkat.
Food Street Pasar Sentral selama ini menjadi pusat aktivitas nongkrong, ngopi, dan kuliner malam di Kota Gorontalo.
UMKM seperti Arul menjadi tulang punggung ekonomi mikro yang menghidupkan kawasan tersebut.
Namun, insiden pembacokan membuat euforia itu terhenti.
Kunjungan anjlok drastis, dan para pedagang kini menunggu dukungan publik untuk menghidupkan kembali kawasan.
Pantauan TribunGorontalo.com menunjukkan kursi-kursi kosong di lantai satu maupun lantai dua.
Kondisi paling mencolok terlihat di area Arul Ismail di lantai dua, di mana tidak ada satu pun pelanggan datang.
Arul hanya duduk sambil memegang handphone, mengisap rokok, dan menunggu pengunjung yang entah kapan muncul.