Penikaman di Pasar Sentral
Pedagang Kopi di Pasar Sentral Gorontalo Curhat Sepi Pembeli Imbas Kasus Pembacokan
Pedagang kopi di kawasan Food Street Pasar Sentral Kota Gorontalo mengeluhkan sepinya pembeli setelah insiden pembacokan
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Arul-Ismail-pedagang-kopi-di-Pasar-Sentral-Kota-Gorontalo.jpg)
Selang beberapa waktu, terjadi keributan melibatkan tiga orang tak dikenal.
Novaris kaget ketika mengetahui korban penganiayaan adalah adiknya sendiri.
Ia melihat Rion terkapar dan dianiaya menggunakan kursi serta parang.
Dalam kondisi panik, Novaris berlari meminta pertolongan kepada Wali Kota Adhan Dambea dan Wakil Wali Kota Indra Gobel.
Keduanya berusaha menghentikan pelaku, namun serangan tetap berlangsung.
Setelah puas menyerang, pelaku memasukkan parang ke sarung dan meninggalkan lokasi.
Korban yang bersimbah darah segera dibawa ke RS Multazam menggunakan sepeda motor.
Permintaan Maaf Wali Kota
Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut.
Ia menegaskan bahwa peristiwa itu tidak direncanakan dan tidak berkaitan dengan aktivitas UMKM di kawasan Pasar Sentral.
Menurutnya, aksi penikaman dipicu konflik personal yang sudah berlangsung sejak masa kampanye setahun lalu.
Pelaku dikenal dengan panggilan “Starky”, sementara korban adalah Rion Kaluku.
Adhan mengungkapkan bahwa dirinya pernah menjadi sasaran tuduhan dan cibiran di media sosial dari korban.
Karena itu, Starky disebut sudah lama memendam amarah terhadap Rion.
Kapolresta Gorontalo Kota memastikan kasus ini terus diusut hingga tuntas.
Selain menetapkan tersangka, polisi berkomitmen meningkatkan keamanan di kawasan Pasar Sentral dengan patroli rutin setiap malam.
(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)