Senin, 9 Maret 2026

Penikaman di Pasar Sentral

Pedagang Kopi di Pasar Sentral Gorontalo Curhat Sepi Pembeli Imbas Kasus Pembacokan

Pedagang kopi di kawasan Food Street Pasar Sentral Kota Gorontalo mengeluhkan sepinya pembeli setelah insiden pembacokan

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Pedagang Kopi di Pasar Sentral Gorontalo Curhat Sepi Pembeli Imbas Kasus Pembacokan
TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu
PASAR SENTRAL -- Arul Ismail, pedagang kopi di Pasar Sentral Kota Gorontalo menanti pembeli, Senin (8/12/2025) malam. Menurut Asrul, menurunnya jumlah pengunjung imbas dari kasus pembacokan pada Sabtu malam (7/12/2025). 
Ringkasan Berita:
  • Pedagang kopi Arul Ismail mengeluhkan kunjungan pelanggan turun drastis sejak kasus pembacokan
  • Food Street Pasar Sentral yang jadi pusat nongkrong dan kuliner malam kini lengang
  • Arul menegaskan kondisi pasar aman dan insiden murni masalah personal di luar area

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Pedagang kopi di kawasan Food Street Pasar Sentral Kota Gorontalo mengeluhkan sepinya pembeli setelah insiden pembacokan yang terjadi beberapa hari lalu.

Suasana yang biasanya ramai kini berubah lengang, membuat pelaku UMKM merasakan dampak langsung dari kasus tersebut.

Arul Ismail, salah satu penjual kopi di lantai dasar dan lantai dua Pasar Sentral, mengaku kunjungan pelanggan turun drastis sejak peristiwa itu.

“Biasanya ramai, sekarang sangat sepi. Kunjungan sangat berpengaruh,” keluh Arul saat ditemui TribunGorontalo.com..

Ia menuturkan, jam ramai biasanya terjadi mulai pukul 21.00 Wita. Namun sejak insiden pembacokan, kursi-kursi di area usahanya praktis tak bertuan.

Beberapa temannya bahkan mengaku takut datang ke Pasar Sentral karena trauma dengan kejadian tersebut.

“Teman takut, trauma lah,” ujarnya singkat.

Food Street Pasar Sentral selama ini menjadi pusat aktivitas nongkrong, ngopi, dan kuliner malam di Kota Gorontalo.

UMKM seperti Arul menjadi tulang punggung ekonomi mikro yang menghidupkan kawasan tersebut.

Namun, insiden pembacokan membuat euforia itu terhenti.

Kunjungan anjlok drastis, dan para pedagang kini menunggu dukungan publik untuk menghidupkan kembali kawasan.

Pantauan TribunGorontalo.com  menunjukkan kursi-kursi kosong di lantai satu maupun lantai dua.

Kondisi paling mencolok terlihat di area Arul Ismail di lantai dua, di mana tidak ada satu pun pelanggan datang.

Arul hanya duduk sambil memegang handphone, mengisap rokok, dan menunggu pengunjung yang entah kapan muncul.

Meski sepi, Arul menegaskan bahwa kondisi Pasar Sentral saat ini aman dan kondusif.

Ia menyebut persoalan sebelumnya bukan berasal dari dalam area pasar.

“Ini masalah murni dari luar, hanya kebetulan terjadi di kawasan pasar,” tegasnya.

Arul yang biasanya menerima 30–40 pengunjung per hari kini merasakan penurunan luar biasa.

Hari Minggu malam, yang semestinya paling ramai, justru menjadi titik paling sunyi bagi usahanya.

“Kemarin Minggu, biasanya ramai, tapi tidak ada yang duduk sama sekali. Yang beli cuma teman dan orang satwa di belakang,” ungkapnya.

Selain menahan sepi, Arul berharap adanya dukungan berbagai pihak untuk memulihkan narasi positif soal kondisi Pasar Sentral.

Ia meminta pemerintah, media, hingga konten kreator turut membantu menyampaikan bahwa area tersebut aman.

“Kalau boleh konten kreator kayak Bang Gondrong datang dan memastikan kondisi Sentral aman,” pintanya.

Menurut Arul, pemulihan narasi publik sangat penting.

Food Street Pasar Sentral adalah salah satu denyut UMKM yang menopang pertumbuhan ekonomi Kota Gorontalo.

Dukungan publik bisa menjadi pemantik kembalinya kegiatan ekonomi malam di kawasan tersebut.

Baca juga: Terungkap Detik-detik Pembacokan di Pasar Sentral Gorontalo, Korban Lagi Nongkrong Bersama Keluarga

Kronologi Kejadian

Novaris Kaluku (60) menjadi saksi kunci dalam kasus pembacokan di Pasar Sentral.

Sekitar pukul 22.40 Wita, ia bersama adiknya Rion dan keluarga dari Jakarta sedang duduk dan menikmati kopi di salah satu booth warkop.

Tak lama kemudian, Rion berpindah ke bagian belakang booth dan berbincang dengan temannya.

Selang beberapa waktu, terjadi keributan melibatkan tiga orang tak dikenal.

Novaris kaget ketika mengetahui korban penganiayaan adalah adiknya sendiri.

Ia melihat Rion terkapar dan dianiaya menggunakan kursi serta parang.

Dalam kondisi panik, Novaris berlari meminta pertolongan kepada Wali Kota Adhan Dambea dan Wakil Wali Kota Indra Gobel.

Keduanya berusaha menghentikan pelaku, namun serangan tetap berlangsung.

Setelah puas menyerang, pelaku memasukkan parang ke sarung dan meninggalkan lokasi.

Korban yang bersimbah darah segera dibawa ke RS Multazam menggunakan sepeda motor.

Permintaan Maaf Wali Kota

Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut.

Ia menegaskan bahwa peristiwa itu tidak direncanakan dan tidak berkaitan dengan aktivitas UMKM di kawasan Pasar Sentral.

Menurutnya, aksi penikaman dipicu konflik personal yang sudah berlangsung sejak masa kampanye setahun lalu.

Pelaku dikenal dengan panggilan “Starky”, sementara korban adalah Rion Kaluku.

Adhan mengungkapkan bahwa dirinya pernah menjadi sasaran tuduhan dan cibiran di media sosial dari korban.

Karena itu, Starky disebut sudah lama memendam amarah terhadap Rion.

Kapolresta Gorontalo Kota memastikan kasus ini terus diusut hingga tuntas.

Selain menetapkan tersangka, polisi berkomitmen meningkatkan keamanan di kawasan Pasar Sentral dengan patroli rutin setiap malam.

 

(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Senin, 09 Maret 2026 (19 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:31
Subuh 04:41
Zhuhr 12:02
‘Ashr 15:10
Maghrib 18:05
‘Isya’ 19:13

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved