Kasus RS Swasta Gorontalo
5 Fakta Klarifikasi RS Multazam soal Dugaan Penolakan Pasien Kritis
RS Multazzam Kota Gorontalo akhirnya buka suara terkait tudingan penolakan pasien yang belakangan memicu kemarahan Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/POLEMIK-Tampak-depan-RS-Multazam-yang-dituding-Wali-Kota-Gorontalo-to.jpg)
Pihak RS Multazam juga menyebut petugas BPJS Kesehatan telah turun langsung melakukan klarifikasi administrasi dan pelayanan terhadap pasien tersebut.
Hingga hari ini, kondisi pasien dilaporkan membaik.
Pada Senin (24/11/2025), RS Multazam juga menghadiri undangan klarifikasi resmi di Dinas Kesehatan Kota Gorontalo.
4.Tak Segan Beri Sanksi Jika Ada Penolakan Pasien
Renny menegaskan rumah sakitnya terbuka terhadap kritik dan tidak mentolerir penolakan pasien dalam kondisi kegawatdaruratan.
“Jika ditemukan ada tenaga medis yang sengaja menolak pasien, kami akan tindak tegas. Ada jenjang sanksi, SP1, SP2, hingga SP3,” tegasnya.
Ia mengapresiasi masyarakat yang tetap mempercayai RS Multazam sejak berdiri pada 2016.
5.Wali Kota Adhan Geram
Sebelumnya, Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea menyampaikan kemarahannya terkait informasi dugaan penelantaran pasien.
Dalam wawancara pada Minggu (23/11/2025), ia menyebut pasien tersebut kondisinya kritis.
“Orang sudah koma tidak dilayani bahkan diminta pindah,” ucap Adhan dengan nada tinggi.
Ia meminta Kepala Dinas Kesehatan Kota Gorontalo memanggil Direktur RS Multazam serta ketua yayasan untuk memberikan penjelasan resmi.
Jika terbukti ada pelanggaran, Adhan bahkan siap menyurati Menteri Kesehatan agar RS Multazam ditutup.
“Kalau tidak maksimal melayani masyarakat, saya siap minta Kemenkes tutup rumah sakit ini,” tegasnya.
Kasus ini kini masih dalam pendalaman Dinas Kesehatan Kota Gorontalo sebagai langkah memastikan pelayanan rumah sakit berjalan sesuai standar. (*)