Kamis, 5 Maret 2026

Kasus RS Swasta Gorontalo

5 Fakta Klarifikasi RS Multazam soal Dugaan Penolakan Pasien Kritis

RS Multazzam Kota Gorontalo akhirnya buka suara terkait tudingan penolakan pasien yang belakangan memicu kemarahan Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea.

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto 5 Fakta Klarifikasi RS Multazam soal Dugaan Penolakan Pasien Kritis
Tribunnews.com/Jefry Potabuga
POLEMIK -- Tampak depan RS Multazam yang dituding Wali Kota Gorontalo tolak pasien kritis. Belakangan rumah sakit Oranye ini klarifikasi. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — RS Multazam Kota Gorontalo akhirnya buka suara terkait tudingan penolakan pasien yang belakangan memicu kemarahan Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea.

Pihak rumah sakit menegaskan bahwa pasien berinisial HN (64), yang sebelumnya disebut dalam kondisi kritis, justru datang dengan kondisi stabil dan telah mendapatkan perawatan sejak 22 November 2025.

Klarifikasi tersebut disampaikan Direktur RS Multazam, Renny Ibrahim, dalam konferensi pers pada Selasa (25/11/2025).

1.Datang dengan Keluhan Diare, Kondisi Pasien Stabil

Renny menjelaskan, pasien HN datang ke IGD RS Multazam pada Jumat, 21 November 2025 sekitar pukul 11.00 Wita. 

Pasien mengeluhkan buang air besar cair beberapa kali sejak pagi.

“Setelah diperiksa tim medis, kondisi pasien stabil. Tekanan darah 120/80, nadi 87, respirasi 22, suhu 36 derajat, saturasi oksigen 99 persen. Pasien datang sadar dan masih bisa berjalan,” kata Renny.

Baca juga: Kemenkes Turunkan Tim Investigasi Kasus Ibu Hamil di Papua

Ia menegaskan, pasien datang menggunakan bentor dan masih mampu naik ke ranjang pemeriksaan tanpa bantuan.

2.Ruang Rawat Inap Penuh

Kendati kondisi pasien aman, Renny mengakui ruang perawatan saat itu sedang dalam kondisi penuh.

Bahkan beberapa tempat tidur di ruang kelas tiga laki-laki belum bisa digunakan karena perbaikan plafon.

Melihat kondisi tersebut, pihak keluarga sempat mempertimbangkan untuk mencari fasilitas kesehatan lain.

Perawat pun memberikan referensi rumah sakit terdekat seperti RS Siti Khadijah dan RS Bioklinik.

“Kami hanya menanggapi keinginan keluarga yang ingin mencari rumah sakit lain. Kami sarankan fasilitas yang dekat,” ujarnya.

Namun keluarga memutuskan pulang dulu sebelum memastikan ulang ketersediaan kamar.

Setelah salat Jumat, keluarga kembali mengecek ruang perawatan.

Keesokan harinya, Sabtu 22 November 2025, pasien resmi masuk dan menjalani rawat inap hingga Selasa (25/11/2025).

3.BPJS Sudah Klarifikasi, Kondisi Pasien Membaik

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Kamis, 05 Maret 2026 (15 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:32
Subuh 04:42
Zhuhr 12:03
‘Ashr 15:13
Maghrib 18:06
‘Isya’ 19:14

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved