Kasus RS Swasta Gorontalo
5 Fakta Klarifikasi RS Multazam soal Dugaan Penolakan Pasien Kritis
RS Multazzam Kota Gorontalo akhirnya buka suara terkait tudingan penolakan pasien yang belakangan memicu kemarahan Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/POLEMIK-Tampak-depan-RS-Multazam-yang-dituding-Wali-Kota-Gorontalo-to.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — RS Multazam Kota Gorontalo akhirnya buka suara terkait tudingan penolakan pasien yang belakangan memicu kemarahan Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea.
Pihak rumah sakit menegaskan bahwa pasien berinisial HN (64), yang sebelumnya disebut dalam kondisi kritis, justru datang dengan kondisi stabil dan telah mendapatkan perawatan sejak 22 November 2025.
Klarifikasi tersebut disampaikan Direktur RS Multazam, Renny Ibrahim, dalam konferensi pers pada Selasa (25/11/2025).
1.Datang dengan Keluhan Diare, Kondisi Pasien Stabil
Renny menjelaskan, pasien HN datang ke IGD RS Multazam pada Jumat, 21 November 2025 sekitar pukul 11.00 Wita.
Pasien mengeluhkan buang air besar cair beberapa kali sejak pagi.
“Setelah diperiksa tim medis, kondisi pasien stabil. Tekanan darah 120/80, nadi 87, respirasi 22, suhu 36 derajat, saturasi oksigen 99 persen. Pasien datang sadar dan masih bisa berjalan,” kata Renny.
Baca juga: Kemenkes Turunkan Tim Investigasi Kasus Ibu Hamil di Papua
Ia menegaskan, pasien datang menggunakan bentor dan masih mampu naik ke ranjang pemeriksaan tanpa bantuan.
2.Ruang Rawat Inap Penuh
Kendati kondisi pasien aman, Renny mengakui ruang perawatan saat itu sedang dalam kondisi penuh.
Bahkan beberapa tempat tidur di ruang kelas tiga laki-laki belum bisa digunakan karena perbaikan plafon.
Melihat kondisi tersebut, pihak keluarga sempat mempertimbangkan untuk mencari fasilitas kesehatan lain.
Perawat pun memberikan referensi rumah sakit terdekat seperti RS Siti Khadijah dan RS Bioklinik.
“Kami hanya menanggapi keinginan keluarga yang ingin mencari rumah sakit lain. Kami sarankan fasilitas yang dekat,” ujarnya.
Namun keluarga memutuskan pulang dulu sebelum memastikan ulang ketersediaan kamar.
Setelah salat Jumat, keluarga kembali mengecek ruang perawatan.
Keesokan harinya, Sabtu 22 November 2025, pasien resmi masuk dan menjalani rawat inap hingga Selasa (25/11/2025).