Mahasiswa Ditemukan Meninggal
Polisi Gorontalo Selidiki Kematian Didik Pratama, Korban Sempat Keluhkan Dada Sesak dan Muntah Darah
Aparat Kepolisian saat ini tengah menyelidiki secara intensif penyebab kematian seorang pria bernama Didik Pratama yang ditemukan tak bernyawa
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Tim-Inafis-Polda-Gorontalo-memeriksa-jasad-seorang-mahasiswa.jpg)
Kondisi fisik jasad saat ditemukan menunjukkan bahwa kematian tidak terjadi sesaat sebelum ditemukan.
Aparat di lapangan mencium adanya aroma tidak sedap yang mulai tercium dari jenazah korban di dalam kamar tersebut.
Berdasarkan kondisi aromanya, polisi memperkirakan korban sudah meninggal dunia sejak beberapa waktu yang lalu.
Dugaan awal kepolisian menyebutkan kemungkinan korban meninggal dunia pada malam hari sebelum ditemukan atau sore hari sebelumnya.
Selain fokus pada TKP, polisi juga menggali latar belakang keluarga korban untuk keperluan koordinasi.
Ayah kandung korban diketahui telah meninggal dunia sekitar dua tahun yang lalu.
Korban sendiri sebenarnya merupakan orang asli wilayah Tuladenggi, tempat lokasi kos tersebut berada.
Saat ini, ibu kandung korban diketahui bertempat tinggal di wilayah Paguyaman, Kabupaten Boalemo.
Sebelum memutuskan tinggal di kos, korban sempat memiliki riwayat tinggal bersama kerabatnya.
Korban pernah tinggal bersama pamannya yang diketahui menjabat sebagai lurah di Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo.
Namun, menurut keterangan pihak keluarga, korban Didik Pratama memang memiliki kecenderungan untuk hidup mandiri.
Pamannya menjelaskan bahwa korban lebih suka tinggal sendiri, yang menjadi alasannya menyewa kamar kos di Tuladenggi.
Setelah seluruh proses olah TKP oleh Tim Inafis selesai, jenazah korban langsung dievakuasi dari kamar kos.
Jenazah Didik Pratama dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulans untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut.
Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan medis resmi guna mencocokkan fakta keluhan muntah darah dengan penyebab kematian.
Hingga berita ini diturunkan, area kamar kos tersebut masih dalam pengawasan pihak berwajib selama proses penyelidikan berlangsung.
(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)