Warga Gorontalo Hanyut
Terungkap Identitas Korban Hanyut di Sungai Paguyaman, Satu Bocah 9 Tahun
Seorang bocah berusia 9 tahun bernama Akbar Diangi, bersama seorang perempuan dewasa bernama Sumitra (28), dilaporkan hilang
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-tim-Basarnas-Gorontalo-apel-sebelum-mencari-korban-hanyut-di-Sungai-Paguyaman.jpg)
Operasi pencarian dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU) dengan metode berbeda.
SRU 1 melakukan pencarian menggunakan perahu karet di aliran Sungai Paguyaman dengan radius sekitar tiga kilometer.
Sementara SRU 2 menyisir anak Sungai Paguyaman sejauh 1,78 kilometer dari lokasi kejadian perkara (LKP).
Dalam operasi ini, sejumlah unsur SAR dilibatkan, di antaranya Tim Rescue Pos SAR Marisa, KPP Gorontalo, BPBD Kabupaten Boalemo, Polsek Boliyohuto, Babinsa Motoduto, Polda Gorontalo, Polres Gorontalo, serta aparat Desa Motoduto bersama masyarakat setempat.
Halidin mengungkapkan sejumlah kendala yang dihadapi tim di lapangan.
Derasnya arus sungai menjadi hambatan utama dalam proses pencarian.
Selain itu, kondisi air yang keruh membuat jarak pandang terbatas bagi tim penyelam maupun petugas di perahu karet.
Hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut juga memperlambat proses pencarian.
Meski demikian, tim SAR gabungan tetap berupaya maksimal untuk menemukan kedua korban.
Hingga saat ini, upaya pencarian terhadap kedua korban masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.
“Saat ini tim masih melakukan pencarian,” pungkas Halidin.
Warga sekitar juga turut membantu dengan memberikan informasi terkait kemungkinan lokasi korban hanyut.
Aparat desa bersama masyarakat setempat ikut menyisir tepian sungai untuk memperluas area pencarian.
Harapan besar masih tertuju pada ditemukannya kedua korban, terutama bocah 9 tahun yang menjadi perhatian utama dalam peristiwa tragis ini.
Baca juga: Breaking News: 2 Warga Ambara Gorontalo Hanyut di Sungai Paguyaman
Catatan Kasus Serupa
Sebagai catatan, kasus hanyut di sungai bukan kali pertama terjadi di Gorontalo.