Warga Gorontalo Hanyut
Breaking News: 2 Warga Ambara Gorontalo Hanyut di Sungai Paguyaman
Dua warga Desa Ambara, Kecamatan Bongomeme, Kabupaten Gorontalo, dilaporkan terseret arus Sungai Paguyaman
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Personel-Basarnas-saat-melakukan-pencarian-korban-hanyut-di-Sungai-Paguyaman.jpg)
Ringkasan Berita:
- Dua warga Desa Ambara, Kecamatan Bongomeme, dilaporkan terseret arus Sungai Paguyaman saat pulang dari kebun
- Tim SAR gabungan melakukan pencarian dengan dua SRU
- Pencararian korban menggunakan perahu karet dan penyisiran sungai
TRIBUNGORONTALO.COM – Dua warga Desa Ambara, Kecamatan Bongomeme, Kabupaten Gorontalo, dilaporkan terseret arus Sungai Paguyaman saat hendak pulang dari kebun.
Peristiwa tersebut terjadi di Dusun Lima, Desa Motoduto, Kecamatan Boliyohuto, Kabupaten Gorontalo, pada Sabtu (3/1/2025) sore.
Kepala Seksi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo, Halidin La Bidin, membenarkan kejadian itu saat dikonfirmasi, Minggu (4/1/2026).
“Dua orang terseret arus Sungai Paguyaman di Dusun Lima, Desa Motoduto, Kecamatan Boliyohuto, Kabupaten Gorontalo,” ujar Halidin.
Korban yang dilaporkan hilang masing-masing adalah Sumitra (28), perempuan, dan Akbar Diangi (9), laki-laki. Keduanya merupakan warga Desa Ambara, Kecamatan Bongomeme.
Halidin menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima, peristiwa nahas itu terjadi saat korban hendak kembali dari kebun dan harus melintasi sungai.
Usai menerima laporan, tim SAR gabungan langsung diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan pencarian. Operasi dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU).
SRU 1 melakukan pencarian menggunakan perahu karet di aliran Sungai Paguyaman dengan radius sekitar tiga kilometer. Sementara SRU 2 menyisir anak Sungai Paguyaman sejauh 1,78 kilometer dari lokasi kejadian perkara (LKP).
Dalam operasi ini, sejumlah unsur SAR dilibatkan, di antaranya Tim Rescue Pos SAR Marisa, KPP Gorontalo, BPBD Kabupaten Boalemo, Polsek Boliyohuto, Babinsa Motoduto, Polda Gorontalo, Polres Gorontalo, serta aparat Desa Motoduto bersama masyarakat setempat.
Halidin juga mengungkapkan sejumlah kendala yang dihadapi tim di lapangan, antara lain derasnya arus sungai, kondisi air yang keruh, serta hujan lebat.
Hingga saat ini, upaya pencarian terhadap kedua korban masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.
“Saat ini tim masih melakukan pencarian,” pungkas Halidin.
(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)