Kebakaran di Gorontalo
Terungkap Pemilik Toko Bangunan Korban Kebakaran di Isimu Selatan Gorontalo
Kebakaran hebat melanda sebuah toko bangunan di Desa Isimu Selatan, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kolase-foto-penanganan-kebakaran-di-Desa-Isimu-Selatan.jpg)
Proses penanganan berlangsung cukup lama. Api baru benar-benar bisa dijinakkan sekitar pukul 21.30 Wita, setelah hampir empat jam upaya pemadaman.
Dalam operasi tersebut, Damkar Kabupaten Gorontalo mengerahkan satu unit mobil pemadam. Mereka mendapat bantuan tiga unit mobil water canon Satbrimob Polda Gorontalo.
Selain itu, satu unit mobil Karhutla Polda Gorontalo dan satu unit mobil Damkar Provinsi Gorontalo juga ikut dikerahkan. Sebanyak tujuh personel regu Yudha diturunkan ke lokasi.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerugian material sangat besar karena satu unit toko bangunan beserta seluruh isinya hangus terbakar.
Bagi Riyo Manyoe, musibah ini tentu menjadi kehilangan besar. Toko yang selama ini menjadi sumber mata pencaharian kini rata dengan tanah.
Kebakaran tersebut juga menjadi perhatian warga sekitar. Banyak yang menyayangkan musibah ini karena toko bangunan itu cukup membantu kebutuhan masyarakat dalam pembangunan rumah maupun usaha.
Peristiwa kebakaran di Isimu Selatan menambah daftar kejadian serupa di Gorontalo.
Beberapa hari sebelumnya, kebakaran hebat juga terjadi di Kota Gorontalo.
Kebakaran di Kota Gorontalo melanda kawasan padat penduduk di Jalan Madura, Kelurahan Dulalowo, Kecamatan Kota Tengah. Insiden itu terjadi pada Selasa (16/12/2025).
Kebakaran di Kota Gorontalo memicu kepanikan warga. Barang-barang milik warga terlihat berserakan di berbagai sudut lokasi karena mereka berusaha menyelamatkan harta benda dari amukan api.
Baca juga: Nama-nama Pejabat Baru Polda Gorontalo, Dirreskrimum hingga Kabid Propam
Pantauan TribunGorontalo.com menunjukkan kursi, lemari, pakaian, hingga perabotan elektronik ditumpuk di tepi jalan, teras rumah, bahkan di halaman sekolah. Semua dilakukan demi menghindari kobaran api.
Meski suasana mencekam, warga tetap berusaha keras menyelamatkan barang-barang mereka. Bahkan ada yang nekat masuk ke area berbahaya demi menyelamatkan harta benda.
Kebakaran di Kota Gorontalo juga ditangani dengan sigap oleh petugas damkar, aparat TNI, dan warga yang bahu-membahu memadamkan api. PLN pun memutus aliran listrik untuk mencegah risiko lanjutan.
Dengan dua peristiwa kebakaran besar dalam waktu berdekatan, masyarakat Gorontalo diingatkan kembali akan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi korsleting listrik dan bahaya kebakaran.
(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)