Human Interest Story
Sosok Muhamad Laniu, Guru Honorer Penjaga Tradisi Gorontalo
Hidup Muhamad Laniu adalah cerminan pengabdian tanpa henti. Jejak langkahnya tak pernah lepas dari jalan untuk melayani masyarakat
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Muhamad-Laniu-pezikir-atau-ahlulu.jpg)
Di balik perjalanannya, Muhamad Laniu juga seorang ayah yang membesarkan empat anak laki-laki. Keempat anaknya kini juga menapaki jalan pengabdian, seperti ayah mereka. Ada yang menjabat sebagai Sekretaris BPD, Kepala Dusun, Ketua Karang Taruna, bahkan pengurus Koperasi Merah Putih di Modelidu.
Bagi Muhamad Laniu, melihat anak-anaknya tumbuh menjadi pemuda yang berperan bagi masyarakat adalah anugerah yang tak ternilai.
Baca juga: Sosok Johannes Antonie Hengeveld, WNA Jatuh di Air Terjun Lombongo Gorontalo
Sejarah Singkat Desa Modelidu dan Tradisi Maulid
Modelidu dikenal sebagai wilayah religius di Kabupaten Gorontalo.
Mayoritas masyarakatnya bertani, namun tradisi keagamaan dijaga kuat. Masjid di desa ini tak pernah sepi, terutama saat Maulid Nabi yang dirayakan meriah dengan tradisi dikili dan zikir.
Tradisi Maulid Nabi di Gorontalo sudah berakar sejak ratusan tahun lalu.
Ciri khasnya adalah tolangga atau gunungan makanan yang diarak, serta dikili, puji-pujian kepada Nabi yang dilantunkan para pezikir.
Di Modelidu, perayaan Maulid biasanya berlangsung semalam suntuk. Warga dari berbagai dusun berkumpul di masjid atau rumah warga, dipimpin oleh pezikir seperti Muhamad Laniu.
Kehadiran sosok seperti Muhamad Laniu membuat tradisi ini tetap hidup. Ia bukan hanya saksi, tetapi juga pelaku yang menjaga agar gema Maulid Nabi terus bergema dari generasi ke generasi.
(tribungorontalo.com/jp)