Minggu, 15 Maret 2026

Human Interest Story

Sosok Muhamad Laniu, Guru Honorer Penjaga Tradisi Gorontalo

Hidup Muhamad Laniu adalah cerminan pengabdian tanpa henti. Jejak langkahnya tak pernah lepas dari jalan untuk melayani masyarakat

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Sosok Muhamad Laniu, Guru Honorer Penjaga Tradisi Gorontalo
TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga
TOKOH MASYARAKAT -- Muhamad Laniu, pezikir atau ahlulu (tengah) bersama Kades Modelidu (kanan) dan masyarakat pada Minggu (14/9/2025). Muhamad Laniu terus menjaga kelestarian tradisi Gorontalo. (Sumber Foto: TribunGorontalo. com/Jefri Potabuga) 

TRIBUNGORONTALO.COM – Hidup Muhamad Laniu adalah cerminan pengabdian tanpa henti. Ia mengabdikan diri untuk masyarakat dan agama di Desa Modelidu, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.

Lahir pada 1968, Muhamad Laniu tumbuh di desa yang sederhana. Ia lulus dari Madrasah Aliyah Al-Yusra Gorontalo pada 1989 sebagai bagian dari angkatan pertama.

Tak lama berselang, pada 1990, ia dipercaya menjadi Kepala Dusun di Dulamayo Utara. Di sela tugasnya, ia tetap mengajar sebagai guru honor di SDN 3 Dulamayo Utara sekaligus menjadi guru mengaji bagi anak-anak.

“Waktu itu saya mengajar beberapa kelas. Itu saya lakukan sepenuh hati tujuannya untuk mencerdaskan anak bangsa,” kenangnya, Minggu (14/9/2025).

Pengabdiannya terus berlanjut. Pada 1994, ia didaulat menjadi Sekretaris Desa Dulamayo Utara. Empat tahun kemudian, ia pindah ke Ulapato B yang kelak menjadi Desa Modelidu. Di sana, ia kembali menjabat sebagai Kepala Dusun 4 pada 1999–2002.

Mengusulkan Pemekaran Desa

Dalam sebuah rapat gabungan tiga desa, Muhamad Laniu tak hanya hadir. Ia memberanikan diri mengusulkan tiga hal, yakni pemekaran kecamatan, pembukaan jalan, dan pemekaran Desa Modelidu dari Ulapato B.

“Usul itu langsung direspons Bupati, bahkan menjadi pijakan awal lahirnya Desa Modelidu,” ujarnya.

Setelah desa resmi terbentuk pada 2003, ia kembali dipercaya menjadi Sekretaris Desa hingga 2005.

Perannya sebagai imam bermula dari sebuah momen tak terduga. Pada suatu malam doa arwah tahun 2005, imam yang diundang tak kunjung datang.

Ia memberanikan diri mengambil buku berisi doa-doa, lalu melantunkan bacaan dengan suara lirih. Dari momen sederhana itu, ia mulai dikenal sebagai "hatibi," pemimpin doa dalam acara arwah maupun doa kubur.

Pada 2006, Muhamad Laniu terpilih menjadi Kepala Desa Dulamayo Utara hingga 2012. Meski sibuk, ia tetap haus akan ilmu. Ia menempuh kuliah S1 pada 2007–2011 di salah satu perguruan tinggi di Gorontalo.

Setelah masa jabatannya berakhir, ia kembali pada jalan yang paling ia cintai: menjadi imam dan pezikir.

Hingga kini, ia masih sering diundang untuk memimpin doa dalam acara arwah, tahlilan, hingga menjadi pezikir dalam peringatan Maulid Nabi dan walimah haji. Suaranya yang merdu saat melantunkan “meraji” selalu menghadirkan keharuan.

“Melayani masyarakat lewat doa itu lebih menenangkan hati saya. Apalagi kalau melihat warga merasa terhibur dan mendapatkan ketenangan batin, itu sudah menjadi kebahagiaan tersendiri,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Di balik perjalanannya, Muhamad Laniu juga seorang ayah yang membesarkan empat anak laki-laki. Keempat anaknya kini juga menapaki jalan pengabdian, seperti ayah mereka. Ada yang menjabat sebagai Sekretaris BPD, Kepala Dusun, Ketua Karang Taruna, bahkan pengurus Koperasi Merah Putih di Modelidu.

Bagi Muhamad Laniu, melihat anak-anaknya tumbuh menjadi pemuda yang berperan bagi masyarakat adalah anugerah yang tak ternilai.

Baca juga: Sosok Johannes Antonie Hengeveld, WNA Jatuh di Air Terjun Lombongo Gorontalo

Sejarah Singkat Desa Modelidu dan Tradisi Maulid

Modelidu dikenal sebagai wilayah religius di Kabupaten Gorontalo.

Mayoritas masyarakatnya bertani, namun tradisi keagamaan dijaga kuat. Masjid di desa ini tak pernah sepi, terutama saat Maulid Nabi yang dirayakan meriah dengan tradisi dikili dan zikir.

Tradisi Maulid Nabi di Gorontalo sudah berakar sejak ratusan tahun lalu.

Ciri khasnya adalah tolangga atau gunungan makanan yang diarak, serta dikili, puji-pujian kepada Nabi yang dilantunkan para pezikir. 

Di Modelidu, perayaan Maulid biasanya berlangsung semalam suntuk. Warga dari berbagai dusun berkumpul di masjid atau rumah warga, dipimpin oleh pezikir seperti Muhamad Laniu.

Kehadiran sosok seperti Muhamad Laniu membuat tradisi ini tetap hidup. Ia bukan hanya saksi, tetapi juga pelaku yang menjaga agar gema Maulid Nabi terus bergema dari generasi ke generasi.

 

(tribungorontalo.com/jp)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Minggu, 15 Maret 2026 (25 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:29
Subuh 04:39
Zhuhr 12:00
‘Ashr 15:04
Maghrib 18:03
‘Isya’ 19:11

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved