WNA Jatuh di Lombongo
Identitas 20 Turis Belanda Rombongan Johannes yang Jatuh di Air Terjun Lombongo Gorontalo
Johannes Antonie Hengeveld (68), WNA asal Belanda, terjatuh di Air Terjun Lombongo, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
TRIBUNGORONTALO.COM – Johannes Antonie Hengeveld (68), turis Belanda terjatuh di Air Terjun Lombongo, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.
Pria yang kerap disapa Hans ini terpeleset di bebatuan licin hingga mengalami patah tulang paha.
Johannes ternyata tidak sendirian. Ia datang bersama rombongan 19 rekannya dan seorang pemandu.
Berikut adalah daftar nama wisatawan asal Belanda yang berada dalam rombongan:
- Mr. Antonie Hengeveld
- Mrs. Kylan Maura
- Mr. Robin Fanciscus
- Mr. Paulus Adrianus Marinus Jacobus
- Mrs. Mathilda Margaretha Antonia
- Mr. Cornelis Jan
- Mrs. Margot Helena
- Mrs. Andrea Theodora
- Mr. Oscar cornelis
- Mrs. Vadrine Kathleen Amelie
- Mrs. Lucia
- Mrs. Maud
- Mrs. Martina Jacoba Maria
- Mrs. Margje Christina
- Mrs. Anne Marie Petronella Cornelia Paschalis
- Mrs. Sylvia
- Mrs. Lizette
- Mrs. Carla
- Mr. Carolus Maria
- Mr. Eric
Profil singkat Johannes
Berikut data diri korban yang diterima TribunGorontalo.com dari Basarnas Gorontalo, Sabtu (13/9/2025).
- Nama Lengkap: Johannes Antonie Hengeveld
- Tempat, Tanggal Lahir: Vlissingen, 16 Desember 1956
- Nomor Paspor: NR368LHR2
- Tanggal Penerbitan: 23 Maret 2018
- Tanggal Kedaluwarsa: 23 Maret 2028
- Istri: Martina Jacoba Maria
- Asal Negara: Belanda
Kronologi WNA jatuh di dasar air terjun
Menurut keterangan dari seorang pemandu rombongan, Arung, Johannes adalah bagian dari 20 WNA asal Belanda yang tiba di Bandara Internasional Manado.
Rombongan itu berniat melakukan tur wisata ke beberapa tempat di Pulau Sulawesi, termasuk Manado, Kotamobagu, Gorontalo, dan Sulawesi Tengah.
Kepala Pos Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) Desa Lombongo, Ferdy Podungge, menjelaskan bahwa rombongan wisatawan memulai perjalanan dari pemandian air panas sekitar pukul 09.00 Wita. Mereka tiba di lokasi air terjun sekitar pukul 12.00 Wita.
Saat berada di lokasi, korban dan rombongan sempat berfoto. Namun, nahas menimpa Johannes saat ia berjalan di atas sebuah batu besar setinggi kurang lebih 1 meter, terpeleset, dan jatuh ke air.
Akibatnya, Johannes mengalami patah tulang di paha kiri dan luka memar di siku tangan kanan.
Proses evakuasi korban berlangsung alot dan membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak.
Johannes dievakuasi menggunakan tandu oleh personel gabungan, termasuk Basarnas Provinsi Gorontalo, Sar Dit Sabhara Polda Gorontalo, dan masyarakat setempat.
Korban, yang saat itu didampingi istrinya, Martina Jacoba Maria, akhirnya berhasil dibawa keluar lokasi pada pukul 21.55 Wita.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Johannes-Antonie-Hengeveld-pria-berkaus-putih.jpg)