Penganiayaan di Gorontalo
Syok Berat, Ibu Nazriel Dilarikan ke RS Usai sang Anak Diduga Dianiaya Oknum Polisi Gorontalo
Derita keluarga Mohamad Nazriel Junus (12) bertambah. Sang ibu, Hasna Hani (35), kini dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Gorontalo karena syok berat.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Hasna-Hani-terbaring-lemah-di-RS-Bhayangkara-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Derita keluarga Mohamad Nazriel Junus (12) bertambah. Sang ibu, Hasna Hani (35), mengalami syok berat.
Kondisi makin parah membuat Hasna dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Gorontalo pada Rabu (10/9/2025) pagi.
Suaminya, Elfis Samsudin Junus (40), mengungkapkan bahwa istrinya tak kuasa menahan kesedihan melihat trauma mendalam yang dialami sang anak.
"Melihat kondisi istri saya yang semakin memburuk maka saya langsung melarikan ke rumah sakit terdekat," ujar Elfis kepada TribunGorontalo.com, pada Kamis (11/9/2025).
Saat ini, Hasna masih terbaring lemah di ruang perawatan, sementara Nazriel mendapatkan pendampingan psikologis intensif.
Pendampingan dari Pemerintah
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Gorontalo bersama Camat Telaga Biru telah turun tangan untuk memberikan pendampingan.
Kepala Dinas PPA, Zescamelya Uno, menyatakan pihaknya berkomitmen untuk melakukan pemulihan berkelanjutan bagi Nazriel dan ibunya.
"Anak ini mengalami trauma, kadang menangis dan gemetar sendiri karena mengingat kejadian. Itu yang kami rawat sekarang supaya tekanan-tekanan bisa hilang, dan anak kembali pulih," jelasnya.
Zescamelya menegaskan, pendampingan ini akan terus berlanjut hingga kondisi psikologis korban dan ibunya benar-benar pulih. Camat Telaga Biru, Muchtar Potutu, menambahkan bahwa fokus utama mereka adalah kesehatan mental korban.
"Fokus kami adalah kesehatan mental korban, bukan ke hal lain dulu," ujarnya.
Baca juga: Pihak Keluarga Tolak Permintaan Maaf Oknum Polisi Gorontalo yang Diduga Aniaya Nazriel
Keluarga tolak permintaan maaf
Pihak keluarga korban dugaan penganiayaan, Mohamad Nazriel Junus (12), menolak permintaan maaf terduga pelaku yang merupakan seorang oknum polisi. Mereka menegaskan agar proses hukum tetap berjalan.
Ayah korban, Elfis Samsudin Junus (40), menyampaikan kekecewaannya. Ia tak bisa menerima tindakan oknum tersebut yang memperlakukan anaknya seperti penjahat.
"Kalau anak saya salah, seharusnya datang ke rumah dan bicara baik-baik, bukan main pukul," kata Elfis kepada TribunGorontalo.com, Selasa (8/9/2025).