Berita Internasional
Trump Ancam Iran Hancur Total, AS Siapkan Serangan Darat dengan Kerahkan 4.500 Marinir
Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa Iran bisa menghadapi “kehancuran total” jika tidak segera membuka kembali jalur pelayaran
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/DONALD-TRUMP-Serangan-darat-ke-Iran-tengah-dipersiapkan-Amerika.jpg)
Ringkasan Berita:
- Donald Trump mengancam Iran dengan kehancuran total jika tidak membuka Strait of Hormuz.
- Amerika Serikat juga menyiapkan opsi serangan darat ke Pulau Kharg dan telah mengerahkan ribuan marinir ke kawasan.
- Situasi ini menandai eskalasi serius yang berpotensi memicu konflik lebih luas.
TRIBUNGORONTALO.COM -- Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat tajam.
Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa Iran bisa menghadapi “kehancuran total” jika tidak segera membuka kembali jalur pelayaran strategis di Strait of Hormuz.
Pernyataan keras itu disampaikan Trump pada Senin, menegaskan bahwa sikap Iran selama puluhan tahun dianggap sebagai tantangan yang tidak bisa lagi dibiarkan tanpa konsekuensi.
Baca juga: Iran Janjikan Pasokan Minyak untuk Sri Lanka di Tengah Krisis Global
Ia bahkan menyebut pendekatannya sebagai “perdamaian melalui kekuatan”, sembari mengkritik NATO yang dinilai tidak bertindak tegas dalam situasi tersebut.
Opsi Serangan Darat Mulai Disiapkan
Di tengah memanasnya situasi, laporan media Amerika mengungkap bahwa Washington mulai mempertimbangkan langkah yang lebih ekstrem.
Pejabat AS disebut telah memberi pengarahan kepada Israel dan sejumlah negara lain mengenai kemungkinan operasi darat untuk merebut Pulau Kharg, salah satu pusat vital ekspor minyak Iran.
Jika ketegangan terus meningkat, skenario ini dinilai bisa menjadi satu-satunya opsi yang tersisa.
Ribuan Marinir Dikerahkan
Sebagai bagian dari eskalasi militer, Amerika Serikat juga mempercepat pengerahan pasukan ke kawasan.
Ribuan marinir ditempatkan di kapal induk amfibi USS Boxer bersama kapal pengangkut USS Portland dan USS Comstock.
Total kekuatan yang disiapkan mencapai sekitar 4.500 marinir, ditambah unit tempur pendukung lainnya.
Langkah ini memperlihatkan kesiapan militer AS jika konflik berubah menjadi konfrontasi terbuka.
Serangan ke Pulau Kharg
Pekan lalu, militer AS telah lebih dulu melancarkan serangan ke posisi militer Iran di Pulau Kharg.
Donald Trump mengonfirmasi bahwa operasi tersebut berhasil menghancurkan target militer, namun sebagian besar infrastruktur minyak tidak disasar.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa gangguan terhadap jalur distribusi energi global dapat memicu tindakan lanjutan yang lebih besar.
Semua Opsi Masih Terbuka
Di sisi lain, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menegaskan bahwa pemerintah masih membuka seluruh opsi, termasuk pengerahan militer lebih lanjut.
Ia bahkan menyebut eskalasi mungkin diperlukan untuk meredakan ketegangan secara keseluruhan dengan Iran.
Pernyataan ini menegaskan bahwa situasi masih sangat dinamis dan berpotensi berkembang ke arah konflik yang lebih luas.
Dengan meningkatnya tekanan militer dan diplomatik, kawasan Timur Tengah kini berada di titik krusial.
Ancaman terhadap Strait of Hormuz, jalur vital distribusi minyak dunia, menjadi perhatian utama, karena setiap gangguan dapat berdampak langsung pada ekonomi global.
Jika tidak ada deeskalasi dalam waktu dekat, konflik ini berpotensi memasuki fase yang lebih berbahaya. (*)
| Iran Janjikan Pasokan Minyak untuk Sri Lanka di Tengah Krisis Global |
|
|---|
| Misteri Kota Rudal Bawah Tanah Iran: Dibom Berkali-kali, Tetap Aktif |
|
|---|
| Serangan Iran Picu Kerusakan Besar di Tel Aviv Selatan, 84 Orang Terluka |
|
|---|
| Ultimatum 48 Jam Trump Dibalas Ancaman Iran, Infrastruktur AS di Timur Tengah Terancam |
|
|---|
| Di Balik Klaim “Mitra Setia”, Seberapa Jauh Rusia Bela Iran? |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.