Berita Internasional
Total 140 Tentara Amerika Terluka Sejak Perang dengan Iran Dimulai, Meninggal 7 Orang
Departemen Pertahanan Amerika Serikat melaporkan sekitar 140 tentara AS mengalami luka sejak operasi militer terhadap Iran
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PERANG-Jenazah-enam-tentara-AS-yang-tewas-dalam-serangan.jpg)
Warga di Teheran melaporkan sejumlah serangan udara paling berat selama perang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Listrik di sejumlah kawasan terputus, dan beberapa bangunan permukiman dilaporkan terkena serangan.
Situasi yang memburuk membuat puluhan ribu warga Iran memilih mengungsi ke wilayah pedesaan untuk mencari perlindungan.
Korban Bertambah di Negara Teluk
Di Uni Emirat Arab, dua orang dilaporkan tewas setelah sembilan drone menyerang wilayah tersebut.
Serangan juga memicu kebakaran di kota industri Ruwais yang menjadi pusat industri petrokimia.
Sejak perang dimulai pada 28 Februari, serangan terkait konflik ini telah menewaskan enam orang dan melukai 122 lainnya di negara tersebut.
Baca juga: Prakiraaan Cuaca BMKG Hari Ini Rabu 11 Maret 2026:Kabupaten Gorontalo-Boalemo Berpotensi Hujan
Sementara di Bahrain, sebuah serangan Iran menghantam bangunan tempat tinggal di ibu kota Manama, menewaskan seorang perempuan berusia 29 tahun dan melukai delapan orang.
Kementerian Pertahanan Bahrain menyatakan pihaknya telah mencegat lebih dari 100 rudal balistik dan 175 drone sejak perang dimulai.
Sirene peringatan juga terdengar di Yerusalem, sementara ledakan terdengar di Tel Aviv ketika sistem pertahanan udara Israel mencegat serangan dari Iran.
Kelompok Hezbollah juga dilaporkan menembakkan rudal ke wilayah Israel.
AS dan Iran Saling Ancam
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth memperingatkan bahwa gelombang serangan terhadap Iran akan semakin intensif.
Ia menyebut operasi militer terbaru melibatkan lebih banyak pesawat tempur, pembom, dan sistem intelijen yang lebih canggih.
Kepala Staf Gabungan militer AS, Jenderal Dan Caine, mengatakan pasukan Amerika telah menyerang lebih dari 5.000 target di Iran sejak perang dimulai.