Update Geopolitik
Usai Serang Iran, Hubungan Amerika dan Negara Eropa Malah Retak? Trump Kecewa ke Inggris!
Serangan militer Amerika Serikat dan ke Iran tak hanya memicu eskalasi di Timur Tengah, tetapi juga memperdalam jarak antara Washington dan Eropa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/MAGA-Momen-Presiden-Amerika-Donald-Trump-turun-dari-pesawat-kepresidenan.jpg)
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer sempat berhati-hati terkait penggunaan pangkalan Inggris oleh militer AS, dengan alasan dasar hukum.
Namun kemudian ia menyatakan dukungan untuk operasi defensif dengan mengacu pada prinsip bela diri kolektif.
Eropa Tidak Sepenuhnya Kompak
Meski demikian, respons Eropa tidak sepenuhnya seragam. Polandia menyatakan telah mendapat informasi sebelumnya terkait serangan tersebut.
Kanselir Jerman Friedrich Merz bahkan menyebut hukum internasional tidak selalu efektif menghadapi rezim seperti Iran.
Namun fakta bahwa ofensif besar diluncurkan dengan koordinasi terbatas disebut telah memperbesar retakan lama.
Perang Iran kini bukan hanya persoalan kawasan, tetapi juga menjadi ujian serius bagi masa depan hubungan trans-Atlantik.
Bagi banyak pemimpin Eropa, bergantung sepenuhnya pada payung keamanan Amerika mungkin bukan lagi pilihan yang nyaman. Sementara di Washington, muncul kesadaran bahwa sekutu tradisional mungkin tidak selalu sejalan dalam setiap krisis global.
(*)