Berita Internasional
Intelijen Korea Selatan Sebut Kim Jong Un Siapkan Putrinya Jadi Pewaris Kepemimpinan Korea Utara
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un disebut telah memilih putri remajanya, Kim Ju Ae, sebagai calon pemimpin
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kim-Ju-Ae-putri-pemimpin-Korea-Utara-Kim-Jong-Un.jpg)
Menurut Lee, NIS memantau peningkatan kehadiran Kim Ju Ae dalam berbagai acara militer penting, termasuk keterlibatannya dalam kunjungan keluarga ke Mausoleum Kumsusan serta indikasi bahwa Kim Jong Un mulai meminta pandangannya dalam beberapa persoalan kebijakan.
Awalnya, badan intelijen Korea Selatan meragukan kemungkinan Kim Ju Ae menjadi pemimpin Korea Utara, mengingat budaya negara tersebut yang sangat konservatif dan kepemimpinan yang selama ini didominasi laki-laki.
Namun pada September tahun lalu, ketika Kim Jong Un mulai sering tampil bersama putrinya, NIS menilai langkah tersebut kemungkinan bagian dari upaya membangun “narasi” untuk mempersiapkan suksesi kepemimpinan.
Media pemerintah Korea Utara sendiri tidak pernah secara resmi menyebut nama Kim Ju Ae.
Mereka hanya menyebutnya sebagai anak Kim Jong Un yang “terhormat” atau “paling disayangi”.
Keyakinan mengenai nama Kim Ju Ae berasal dari pengakuan mantan bintang NBA Dennis Rodman, yang mengaku pernah menggendong bayi perempuan Kim Jong Un saat berkunjung ke Pyongyang pada 2013.
Usia pasti Kim Ju Ae belum dikonfirmasi secara resmi, tetapi pejabat intelijen Korea Selatan memperkirakan ia lahir pada 2013.
Kim Ju Ae pertama kali muncul di hadapan publik saat uji coba rudal jarak jauh pada November 2022.
Baca juga: Bos Manchester United Jim Ratcliffe Minta Maaf Usai Pernyataan Anti-Imigran Picu Kritik
Sejak saat itu, ia semakin sering terlihat mendampingi ayahnya dalam berbagai kegiatan, termasuk uji coba senjata, parade militer, hingga peresmian pabrik.
Perubahan besar terjadi ketika ia muncul bersama Kim Jong Un dalam kunjungan ke Beijing pada September tahun lalu saat pertemuan pertama ayahnya dengan Presiden China Xi Jinping.
Spekulasi tentang masa depan politiknya semakin menguat bulan lalu ketika ia ikut bersama kedua orang tuanya mengunjungi Istana Matahari Kumsusan di Pyongyang pada Hari Tahun Baru.
Kompleks tersebut merupakan mausoleum keluarga yang menyimpan jasad kakek dan buyutnya, yakni Kim Il Sung dan Kim Jong Il, pemimpin generasi pertama dan kedua Korea Utara.
Sejumlah analis menilai kunjungan itu sebagai sinyal paling jelas bahwa ia sedang diposisikan sebagai pewaris takhta ayahnya yang kini berusia 42 tahun.
Sejak berdiri pada 1948, Korea Utara selalu dipimpin anggota laki-laki keluarga Kim, dimulai dari pendiri negara Kim Il Sung, kemudian dilanjutkan putranya Kim Jong Il.
Kim Jong Un sendiri baru berusia 26 tahun ketika secara resmi ditunjuk sebagai pewaris kekuasaan dalam konferensi partai pada 2010, dua tahun
setelah Kim Jong Il mengalami stroke serius. Setelah ayahnya meninggal pada Desember 2011, Kim Jong Un langsung naik ke tampuk kekuasaan dengan persiapan yang relatif terbatas. (*)