Viral Internasional
Ryan Routh Divonis Penjara Seumur Hidup Usai Gagal Bunuh Donald Trump di Klub Golf
Ryan Wesley Routh, pria yang sempat menggegerkan dunia melalui upayanya menghabisi nyawa Donald Trump di sebuah klub golf di Florida
Lebih lanjut, hakim menyoroti karakter Routh yang dianggap sangat berbahaya karena ia menunjukkan kemauan untuk membunuh siapa pun yang menghalangi jalannya.
Selama persidangan, Routh bahkan tidak menunjukkan rasa bersalah kepada para korbannya.
Mendengar vonis tersebut, tim pengacara Routh yang dipimpin oleh Martin Ross menyatakan keberatan. Mereka mengonfirmasi bahwa kliennya akan segera mengajukan banding atas keputusan penjara seumur hidup tersebut.
Selama proses hukum berlangsung, Ryan Routh memilih untuk membela dirinya sendiri tanpa bantuan pengacara secara penuh.
Persidangan yang dimulai sejak 8 September itu diwarnai dengan berbagai tindakan tak menentu dari sang terdakwa.
Routh berulang kali mengeluarkan pernyataan kontroversial di ruang sidang, termasuk menyamakan Donald Trump dengan diktator dunia. Ia secara terbuka membandingkan Trump dengan Adolf Hitler dan Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Keanehan Routh mencapai puncaknya ketika ia mengajukan mosi yang tidak masuk akal kepada pengadilan. Ia menantang Donald Trump untuk melakukan duel bermain golf sebagai cara untuk menentukan nasibnya.
Dalam tulisan yang diajukan ke pengadilan, Routh menyebutkan jika Trump menang, ia bersedia dieksekusi, namun jika ia menang, ia meminta jabatan Trump.
Mosi ini tentu saja ditolak mentah-mentah oleh Hakim Cannon. Tak hanya itu, Routh juga meminta fasilitas mewah selama ditahan, mulai dari akses telepon tanpa batas hingga permintaan adanya "penari telanjang" di ruang tahanannya.
Permintaan-permintaan aneh ini semakin memperkuat pandangan publik mengenai kondisi psikisnya.
Momen paling dramatis terjadi saat juri menyatakan dirinya bersalah atas seluruh dakwaan. Routh secara mengejutkan mencoba menusuk lehernya sendiri menggunakan pena di tengah ruang sidang yang sedang berlangsung.
Untungnya, petugas keamanan AS bereaksi dengan sangat cepat. Mereka berhasil melumpuhkan Routh sebelum ia melukai dirinya lebih parah dan segera mengawalnya keluar dari ruang sidang untuk mendapatkan penanganan medis dan keamanan.
Baca juga: Mahasiswa Meninggal di Indekos, Polisi Gorontalo Pastikan Tak Ada Tanda Kekerasan hingga Keracunan
Detail Upaya Pembunuhan di Lapangan Golf
Peristiwa ini bermula pada 15 September 2024, di mana Routh telah bersiap di area semak belukar yang lebat di balik pagar resor golf milik Trump.
Ia membawa senapan jenis SKS yang telah dimodifikasi dengan teropong bidik.
Pihak berwenang mengungkapkan bahwa data ponsel milik Routh menunjukkan fakta yang mengejutkan. Ia diketahui telah menunggu dan mengintai di area lubang ke-6 (Hole 6) selama kurang lebih 12 jam sebelum aksinya terdeteksi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kolase-foto-Ryan-Houth-dan-Donald-Trump.jpg)