Mahasiswa Ditemukan Meninggal
Mahasiswa Meninggal di Indekos, Polisi Gorontalo Pastikan Tak Ada Tanda Kekerasan hingga Keracunan
Kepolisian Sektor (Polsek) Telaga Biru memastikan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun unsur tindak pidana pada jasad Didik
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
Ringkasan Berita:
- Polsek Telaga Biru memastikan jasad Didik Pratama Karim tidak menunjukkan tanda kekerasan, bunuh diri, maupun konsumsi racun
- Korban ditemukan oleh rekannya pada Rabu (4/2/2026) sore dalam kondisi tak bernyawa di kamar kos
- Keluarga menyebut Didik memiliki riwayat sakit dada dan muntah darah. Autopsi ditolak keluarga, sehingga jenazah hanya menjalani visum luar sebelum dimakamkan
TRIBUNGORONTALO.COM – Kepolisian Sektor (Polsek) Telaga Biru memastikan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun unsur tindak pidana pada jasad Didik Pratama Karim.
Didik merupakan seorang mahasiswa yang ditemukan meninggal dunia di sebuah rumah kos, Desa Tuladenggi, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
Kapolsek Telaga Biru, Iptu Fitri S Ali, menegaskan bahwa berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) bersama tim Inafis Polda Gorontalo, kondisi kamar korban dalam keadaan terkunci dari dalam dan tidak ada barang-barang yang rusak.
“Yang bersangkutan tidak ada tanda-tanda kekerasan maupun indikasi bunuh diri. Kami juga memastikan tidak ada bukti korban mengonsumsi racun sebelum meninggal dunia,” tegas Iptu Fitri kepada TribunGorontalo.com, Kamis (5/2/2026).
Kronologi Penemuan Jasad
Jasad pria yang diketahui bernama Didik tersebut ditemukan pertama kali pada Rabu (4/2/2026) sekitar pukul 15.00 WITA. Kecurigaan bermula saat seorang rekan korban datang berkunjung namun tidak mendapat respons dari dalam kamar.
Melalui jendela yang terbuka, rekan korban melihat Didik dalam posisi miring di atas tempat tidur. Setelah mencoba menyentuh korban menggunakan gagang sapu dari luar jendela dan tetap tidak ada reaksi, saksi segera melaporkan kejadian tersebut kepada warga dan pihak kepolisian.
Saat polisi tiba di lokasi, petugas terpaksa melakukan koordinasi dengan tim Inafis karena akses pintu yang terkunci rapat. Ketika berhasil masuk, jasad korban sudah mengeluarkan aroma tidak sedap.
Riwayat Penyakit Didik
Terkait adanya darah yang menggumpal di area mulut dan hidung saat jasad digerakkan, polisi menjelaskan hal tersebut berkaitan dengan kondisi medis korban sebelum meninggal.
Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban memang memiliki riwayat gangguan kesehatan yang cukup serius.
“Beberapa malam sebelumnya, menurut keterangan keluarga, korban sering mengeluh sakit di bagian dada dan sempat mengalami muntah darah,” ungkap Iptu Fitri.
Meski polisi sempat menyarankan dilakukan autopsi untuk memastikan penyebab kematian secara medis, pihak keluarga secara resmi menolak prosedur tersebut.
Jenazah hanya menjalani visum luar di RS Bhayangkara sebelum akhirnya diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Baca juga: Fakta Baru Kematian Mahasiswa Gorontalo Didik Pratama Karim, Kejanggalan Diungkap Penghuni Indekos
Kesaksian Tetangga Kos
Savitra Y. Usu (29), tetangga kamar korban, mengenal almarhum sebagai pribadi yang sangat pendiam dan menjaga kebersihan. Saking resiknya, para penghuni kos lain merasa segan untuk sekadar lewat di depan kamarnya menggunakan alas kaki.
Savitra menceritakan bahwa interaksi terakhir terjadi pada Senin sore. Saat itu, sepupunya sempat bertegur sapa dengan korban dan menanyakan kabarnya. Korban menjawab singkat bahwa kondisinya baik-baik saja.
“Tidak benar itu (kabar bunuh diri). Orangnya sangat tenang dan tidak ada tanda-tanda depresi,” ujar Savitra menepis spekulasi liar yang sempat beredar di tengah masyarakat.
Polsek Telaga Biru kini telah menutup penyelidikan setelah memastikan tidak ada kejanggalan pidana dalam peristiwa ini.
(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)