Rabu, 4 Maret 2026

Berita Internasional

Jenderal Paling Berpengaruh di China Tersandung Kasus Disiplin, Apa Dampaknya?

Jenderal Zhang Youxia, sosok paling berpengaruh di tubuh Tentara Pembebasan Rakyat China (People’s Liberation Army/PLA), resmi diselidiki

Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Jenderal Paling Berpengaruh di China Tersandung Kasus Disiplin, Apa Dampaknya?
TribunGorontalo.com
POLISI -- Jenderal Zhang Youxia, figur paling berpengaruh di militer China dan sekutu dekat Xi Jinping, diselidiki atas dugaan pelanggaran disiplin yang memicu guncangan di pucuk komando Tentara Pembebasan Rakyat. 

Ringkasan Berita:
  • Jenderal Zhang Youxia, figur paling berpengaruh di militer China dan sekutu dekat Xi Jinping, diselidiki atas dugaan pelanggaran disiplin
  • Kasus ini mencuat di tengah tuduhan serius, termasuk isu kebocoran rahasia nuklir, yang dinilai pengamat membuka sisi rapuh kepemimpinan militer di balik modernisasi besar-besaran China.
  • Pembersihan elite militer tersebut dikhawatirkan berdampak pada moral, stabilitas internal, dan kesiapan strategis China, termasuk dalam isu sensitif seperti Taiwan.
 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Beijing kembali diguncang kabar besar dari jantung kekuasaan militernya.

Jenderal Zhang Youxia, sosok paling berpengaruh di tubuh Tentara Pembebasan Rakyat China (People’s Liberation Army/PLA), resmi diselidiki atas dugaan “pelanggaran berat disiplin dan hukum”.

Pengumuman tersebut disampaikan Kementerian Pertahanan China pada akhir pekan lalu dan langsung memicu gelombang spekulasi, baik di dalam negeri maupun di kalangan pengamat internasional.

Pasalnya, Zhang bukan sekadar perwira tinggi biasa. Ia adalah jenderal berseragam tertinggi di China, figur sentral dalam struktur militer, sekaligus dikenal sebagai sekutu dekat Presiden Xi Jinping.

Baca juga: Amerika Ancam Jalur Non-Damai Kuasai Greenland, Takut Didahului Rusia dan China

Situasi kian sensitif setelah laporan Wall Street Journal menyebut Zhang dituding membocorkan rahasia nuklir China kepada Amerika Serikat, tuduhan yang, jika terbukti, berpotensi menjadi salah satu skandal keamanan terbesar dalam sejarah modern China.

Dari Orang Kepercayaan ke Tersangka Disiplin

Zhang Youxia, 75 tahun, adalah veteran tempur dengan karier militer lebih dari enam dekade. Ia menjabat posisi setara Ketua Kepala Staf Gabungan di Amerika Serikat dan selama bertahun-tahun menjadi figur kunci dalam modernisasi PLA.

Latar belakang Zhang juga tak sembarangan. Ia berasal dari keluarga elite Partai Komunis China.

Ayahnya, Zhang Zongxun, merupakan tokoh revolusioner yang ikut berjuang dalam perang kemerdekaan China.

Lahir dari keluarga jenderal dan menempuh pendidikan elite, Zhang dikenal sebagai princeling—istilah untuk anak elite revolusioner yang mendominasi pucuk kekuasaan politik dan militer China.

Dengan jaringan luas yang dibangunnya selama puluhan tahun, Zhang dipandang memiliki pengaruh besar di internal militer, termasuk dalam pengambilan keputusan strategis.

Modernisasi Militer vs Masalah Kepemimpinan

Peneliti militer China dari lembaga RAND, Shanshan Mei, menilai kasus ini membuka sisi lain dari kemegahan militer China yang selama ini dipamerkan ke dunia.

Menurutnya, dunia terlalu fokus pada parade persenjataan, teknologi canggih, dan modernisasi PLA, sementara persoalan kepemimpinan dan integritas internal kurang mendapat sorotan.

Ia menyebut kasus ini sebagai momen “kaisar tanpa busana”, di mana tuduhan terhadap jenderal-jenderal puncak justru menyingkap rapuhnya fondasi kepemimpinan di balik tampilan militer yang megah.

Tuduhan Spionase Dinilai Janggal

Meski tuduhan kebocoran rahasia nuklir mencuat, Mei mengaku meragukan kebenarannya. Ia menilai politik China sangat tertutup dan sulit diverifikasi.

Selain itu, usia dan riwayat hidup Zhang membuat tuduhan tersebut dipertanyakan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Rabu, 04 Maret 2026 (14 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:32
Subuh 04:42
Zhuhr 12:03
‘Ashr 15:14
Maghrib 18:06
‘Isya’ 19:14

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved