Berita Terkini

Pertemuan Prabowo dan Donald Trump Sorot Peran Indonesia di Dewan Perdamaian AS

Momen Prabowo Subianto Menjabat Tangan Donald Trump Setelah Peresmian Board of Peace

Editor: Tita Rumondor
Tribunnews.com
DEWAN PERDAMAIAN - Momen Presiden Prabowo Subianto menjabat tangan Presiden AS Donald Trump usai peresmian Dewan Perdamaian atau Board of Peace yang diinisiasi AS di Swiss pada Kamis (22/1/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Presiden Prabowo bertemu langsung dengan Donald Trump di Swiss untuk merayakan bergabungnya Indonesia ke dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace).
  • Dewan Perdamaian merupakan lembaga bentukan AS yang dirancang khusus untuk mengawasi rekonstruksi dan pemerintahan transisi di Jalur Gaza.
  • Dalam forum tersebut, Trump menyatakan bahwa lembaga ini lahir karena PBB dianggap kurang efektif dalam menghentikan konflik dan melakukan perdamaian dunia

 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Momen Keakraban Prabowo dan Donald Trump di Forum Dewan Perdamaian.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menunjukkan peran aktif Indonesia di kancah internasional melalui pertemuan penting dengan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. 

Baca juga: 1.535 Dokter Spesialis di Wilayah DTPK Mulai Terima Tunjangan Per Januari 2026

Pertemuan ini berlangsung khidmat di panggung utama acara "Board of Peace" atau Dewan Perdamaian yang diselenggarakan di Swiss pada Kamis (22/1/2026).

Mengenakan jas abu-abu lengkap dengan peci hitam khas Indonesia, Presiden Prabowo berdiri di antara jajaran pemimpin dunia lainnya saat Donald Trump menghampirinya untuk berjabat tangan dalam waktu yang cukup lama.

Baca juga: Update Promo JSM 23-25 Januari: Diskon Gede Minyak Goreng dan Kebutuhan Pokok Lainnya

Keduanya tampak saling menatap dalam suasana yang serius namun hangat, diakhiri dengan senyuman dan tepukan ramah dari Trump ke pundak Prabowo.

Misi Besar Dewan Perdamaian

Dewan Perdamaian merupakan lembaga internasional baru yang digagas oleh Donald Trump pada pertengahan Januari 2026.

Lembaga ini memiliki misi spesifik untuk mengawasi proses rekonstruksi serta pemerintahan transisi di Jalur Gaza pascakonflik Hamas-Israel.

Dalam pidatonya, Trump menyampaikan optimisme yang besar terhadap proyek ini:

“Ketika kami benar-benar terlibat dalam proyek ini, dan ini adalah proyek yang besar, tapi sangat bisa dilakukan,” ujar Trump.

Ia juga menegaskan posisi kuat Amerika Serikat dalam mendukung inisiatif tersebut:

“Sejauh menyangkut Amerika Serikat, kami mendukungnya (berada di belakangnya). Dan Amerika Serikat tidak pernah sekuat ini, tidak pernah lebih besar, lebih baik,” katanya.

Baca juga: Menkeu Purbaya: Rupiah Melemah, Tapi Fundamental Ekonomi Kita Tetap Kokoh

Kritik terhadap PBB dan Keanggotaan Luas

Trump menekankan bahwa Dewan Perdamaian bukan sekadar agenda seremonial, melainkan forum krusial yang diikuti oleh banyak negara, termasuk Indonesia, Pakistan, Mesir, hingga negara-negara Eropa dan Amerika Latin.

Trump secara terbuka membandingkan efektivitas lembaga barunya ini dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menurutnya kurang berperan dalam menghentikan perang:

“Kami baru saja membentuk Dewan Perdamaian, yang menurut saya akan luar biasa,” cetus Trump. “Saya berharap Perserikatan Bangsa-Bangsa dapat berbuat lebih banyak, saya berharap kita tidak membutuhkan Dewan Perdamaian,” lanjutnya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved