Berita Internasional

Presiden Iran Peringatkan Amerika, Serangan terhadap Pemimpin Tertinggi Sama dengan Deklarasi Perang

Presiden Iran Masoud Pezeshkian memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei,

Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com
IRAN -- Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei berbicara selama pertemuan di Teheran, Iran, 17 Januari 2026. 

TRIBUNGORONTALO -- Presiden Iran Masoud Pezeshkian memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, akan dianggap sebagai deklarasi perang terhadap seluruh bangsa Iran.

Pernyataan tegas ini disampaikan sebagai respons atas komentar Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut sudah saatnya Iran mencari kepemimpinan baru.

Ketegangan tersebut muncul di tengah situasi dalam negeri Iran yang masih memanas akibat gelombang protes besar-besaran dan pemadaman internet nasional yang telah berlangsung selama lebih dari sepekan.

Akses internet sempat kembali secara terbatas pada Minggu (hari ke-10 pemadaman), namun kembali terputus tak lama kemudian, menurut laporan pemantau internet global Netblocks.

Kelompok pembela hak asasi manusia menyebut pemadaman komunikasi itu dilakukan untuk menutupi tindakan keras aparat keamanan terhadap demonstran, yang dilaporkan telah menewaskan ribuan orang.

Aksi unjuk rasa di Iran pecah sejak akhir Desember lalu, dipicu kemarahan publik terhadap kesulitan ekonomi yang semakin parah.

Protes tersebut dengan cepat meluas dan dinilai sebagai tantangan terbesar terhadap kepemimpinan Iran dalam beberapa tahun terakhir.

Namun, demonstrasi mereda setelah aparat keamanan melakukan tindakan represif yang oleh kelompok HAM disebut sebagai sebuah “pembantaian”.

Penindakan itu dilakukan bersamaan dengan pemadaman internet nasional yang dimulai pada 8 Januari, sehingga arus informasi dari dalam negeri nyaris terputus.

Netblocks melaporkan pada Minggu malam bahwa “lalu lintas internet kembali menurun setelah sempat terjadi pemulihan singkat dan sangat terbatas pada beberapa layanan Google dan aplikasi pesan di Iran”.

Pemerintah Iran sendiri menyatakan bahwa demonstrasi awalnya berlangsung damai, namun kemudian berubah menjadi “kerusuhan”.

Teheran juga menuding adanya campur tangan asing, khususnya dari Amerika Serikat dan Israel, yang disebut sebagai musuh bebuyutan Iran.

Donald Trump, yang sebelumnya mendukung Israel dalam konflik selama 12 hari melawan Iran pada Juni lalu, berulang kali mengancam akan mengambil tindakan militer baru terhadap Teheran jika demonstran terus dibunuh.

Meski Washington belakangan terlihat meredakan sikap, Trump kembali melontarkan kritik tajam terhadap Pemimpin Tertinggi Iran dalam wawancara dengan Politico pada Sabtu. Ia menyatakan bahwa sudah waktunya Iran mencari pemimpin baru.

“Orang itu adalah orang sakit yang seharusnya mengurus negaranya dengan benar dan berhenti membunuh rakyatnya,” ujar Trump.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Kamis, 19 Februari 2026 (1 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:33
Subuh 04:43
Zhuhr 12:05
‘Ashr 15:22
Maghrib 18:08
‘Isya’ 19:17
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved