Berita Internasional
Perjanjian Global Lindungi Laut Lepas Resmi Berlaku, 30 Persen Samudra Ditargetkan Aman pada 2030
Sebuah perjanjian internasional bersejarah untuk melindungi keanekaragaman hayati di laut lepas resmi mulai berlaku pada Sabtu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Enam-nelayan-terombang-ambing-di-lautan.jpg)
Perjanjian ini juga membuka mekanisme berbagi manfaat dari ekonomi biru, termasuk pemanfaatan sumber daya genetik laut yang banyak digunakan dalam sektor bioteknologi dan industri berbasis kelautan.
Namun, tantangan besar masih membayangi. Para pemerhati lingkungan menilai lebih dari 190 ribu kawasan konservasi baru harus dibentuk agar target perlindungan 30 persen wilayah laut dunia dapat tercapai pada 2030.
Saat ini, kawasan laut yang terlindungi secara resmi baru mencakup sekitar 8 persen atau sekitar 29 juta kilometer persegi dari total lautan dunia.
Meski dianggap sebagai langkah maju yang signifikan, perjanjian ini dinilai belum menyentuh salah satu ancaman terbesar bagi lingkungan laut, yakni eksploitasi sumber daya mineral di dasar laut.
“BBNJ adalah perjanjian yang sangat ambisius, tetapi memiliki batasan yang jelas,” kata McCarthy.
Ia menegaskan bahwa urusan penambangan di dasar laut tetap berada di bawah kewenangan International Seabed Authority (ISA), sehingga tidak menjadi ruang lingkup langsung dari perjanjian BBNJ. (*)
| Konflik Iran Picu Lonjakan Harga BBM di Amerika Gara-gara Jalur Minyak Dunia Terganggu |
|
|---|
| Serangan Drone Iran Tewaskan Tentara Amerika, Washington Curiga Ada Bantuan Intelijen Rusia |
|
|---|
| Hari Keenam Perang Iran-Amerika: Kapal Perang Tenggelam, Rudal Hantam Banyak Negara |
|
|---|
| Trump Ingin Terlibat Tentukan Pemimpin Baru Iran, Tolak Putra Ali Khamenei |
|
|---|
| Mayoritas Senat Dukung Trump, Hasilnya Amerika Bisa Lanjutkan Serangan ke Iran |
|
|---|