Berita Internasional
China Sinyalkan Akan Selidiki Akuisisi Platform AI Manus oleh Meta, Soroti Upaya ‘Lepas Identitas’
Otoritas China memberi sinyal kuat akan menyelidiki rencana akuisisi Meta terhadap Manus, sebuah platform kecerdasan buatan (AI) yang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/AKUISISI-Meta-resmi-mengakuisisi-Manus-AI-startup-asal-Singapura.jpg)
CEO Nvidia, Jensen Huang, selama ini kerap memuji kualitas peneliti AI asal China. Ia bahkan menekankan bahwa China memiliki populasi ilmuwan AI terbesar di dunia.
Huang berpendapat bahwa Amerika Serikat seharusnya tetap mengizinkan ekspor GPU Nvidia ke China agar talenta AI China tetap bekerja menggunakan teknologi Amerika.
Namun, kebijakan di lapangan menunjukkan arah berbeda. Meski pemerintahan Donald Trump dilaporkan melonggarkan kebijakan dengan mengizinkan penjualan GPU Nvidia H200 ke China, Beijing justru semakin gencar mendorong penggunaan teknologi buatan dalam negeri.
Bahkan, sejumlah perusahaan lokal China dilaporkan diperintahkan untuk tidak membeli akselerator Nvidia H200, terlepas dari perubahan kebijakan Washington.
Penyelidikan terhadap akuisisi Manus oleh Meta pun terjadi di saat China tengah menimbang ulang bagaimana negara itu akan mengatur perusahaan teknologi, baik yang beroperasi di dalam negeri maupun di luar negeri.
Situasi ini juga tak bisa dilepaskan dari kasus lain yang masih menggantung, yakni penjualan operasional TikTok di Amerika Serikat. Hingga kini, kesepakatan tersebut belum rampung, dan Beijing tampak tidak terburu-buru menyelesaikannya.
Penjualan TikTok menjadi keharusan setelah para legislator AS menyimpulkan bahwa pengoperasian TikTok di bawah kepemilikan China dianggap mengancam keamanan nasional Amerika Serikat.
Kini, di tengah kebuntuan kasus TikTok, Meta justru berencana menjadikan Manus, platform AI yang berakar dari China, sebagai bagian penting dari produk masa depannya.
Langkah Meta ini berpotensi memperumit hubungan teknologi lintas negara, sekaligus menjadi ujian baru bagi bagaimana China menyeimbangkan antara perlindungan kepentingan nasional, inovasi domestik, dan tekanan global dalam era persaingan AI yang kian sengit. (*)
| Hari Keenam Perang Iran-Amerika: Kapal Perang Tenggelam, Rudal Hantam Banyak Negara |
|
|---|
| Trump Ingin Terlibat Tentukan Pemimpin Baru Iran, Tolak Putra Ali Khamenei |
|
|---|
| Mayoritas Senat Dukung Trump, Hasilnya Amerika Bisa Lanjutkan Serangan ke Iran |
|
|---|
| Ledakan Guncang Ibukota Iran di Hari Kelima Perang dengan Amerika, Serangan Terjadi saat Fajar |
|
|---|
| Terungkap! CCTV Iran Diretas untuk Lacak Rute Harian Ali Khamenei Sebelum 30 Rudal Ditembakkan |
|
|---|