Berita Internasional
Siapa Delcy RodrIguez? Pemimpin De Facto Venezuela Usai Maduro Ditangkap AS
Nama Delcy RodrIguez mendadak menjadi sorotan dunia internasional setelah ia muncul sebagai pemimpin de facto Venezuela,

Dalam wawancara masa lalu, Rodríguez pernah menyebut bahwa perjuangan revolusioner keluarganya adalah bentuk perlawanan atas kematian sang ayah, narasi yang hingga kini membentuk sikap politiknya terhadap Amerika Serikat.
Karier Panjang di Era Chávez dan Maduro
Rodríguez berprofesi sebagai pengacara dan pernah menjadi dosen di Universitas Pusat Venezuela.
Karier politiknya dimulai pada era Presiden Hugo Chávez, tokoh kunci Revolusi Bolivarian.
Ia pernah menjabat berbagai posisi penting, termasuk Menteri Komunikasi, Menteri Luar Negeri perempuan pertama Venezuela, hingga Ketua Majelis Konstituante Nasional.
Sejak 2020, Rodríguez juga memegang jabatan strategis sebagai Menteri Keuangan dan Minyak, mengelola sektor energi yang menjadi tulang punggung ekonomi Venezuela.
Dalam peran tersebut, Rodríguez dikenal mampu menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan produksi minyak di tengah sanksi internasional yang berat.
Disanksi dan Kontroversi
Delcy RodrIguez termasuk pejabat Venezuela yang dikenai sanksi oleh Amerika Serikat, Uni Eropa, Kanada, dan Swiss.
Ia dituduh terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia dan penindasan oposisi politik.
Meski demikian, sebagian pejabat AS mengakui Rodríguez sebagai figur yang pragmatis dan profesional, terutama dalam mengelola sektor energi, alasan yang diyakini menjadi dasar Washington mempertimbangkan dirinya sebagai pemimpin transisi.
Masa Depan Venezuela di Persimpangan
Hingga kini, sejumlah pembantu utama Maduro masih berada di sisi Rodríguez, termasuk Menteri Pertahanan Vladimir Padrino López dan Menteri Dalam Negeri Diosdado Cabello, yang juga kakak kandung Rodríguez.
Belum jelas apakah Delcy RodrIguez akan benar-benar bekerja sama dengan Amerika Serikat atau justru menjadi simbol perlawanan baru.
Yang pasti, Venezuela kini berada di persimpangan sejarah, dengan Delcy RodrIguez sebagai tokoh kunci dalam babak politik paling genting dalam beberapa dekade terakhir.
(*)