Berita Internasional
Siapa Delcy RodrIguez? Pemimpin De Facto Venezuela Usai Maduro Ditangkap AS
Nama Delcy RodrIguez mendadak menjadi sorotan dunia internasional setelah ia muncul sebagai pemimpin de facto Venezuela,

Ringkasan Berita:
- Delcy Rodríguez muncul sebagai pemimpin de facto Venezuela setelah Amerika Serikat menangkap Presiden Nicolás Maduro dan membawanya ke New York untuk menghadapi dakwaan federal.
- Meski Presiden AS Donald Trump menyebut Rodríguez sebagai figur kunci transisi kekuasaan, ia membantah klaim tersebut dan menegaskan Maduro tetap presiden sah Venezuela.
- Di tengah tekanan internasional dan sanksi Barat, peran Rodríguez kini menentukan arah politik, ekonomi, dan masa depan Venezuela.
TRIBUNGORONTALO.COM -- Nama Delcy RodrIguez mendadak menjadi sorotan dunia internasional setelah ia muncul sebagai pemimpin de facto Venezuela, hanya beberapa jam usai Amerika Serikat mengumumkan penangkapan Presiden Nicolás Maduro dalam operasi militer di Caracas.
Rodríguez, yang selama ini menjabat sebagai wakil presiden Venezuela, mengambil alih kendali pemerintahan di tengah situasi politik dan keamanan yang sangat genting.
Penangkapan Maduro oleh AS bersama istrinya, Cilia Flores, dan pemindahan keduanya ke New York untuk menghadapi dakwaan narkotika, telah menciptakan kekosongan kekuasaan di Caracas.
Baca juga: Ramalan Zodiak Aries dan Taurus Besok Selasa 6 Januari 2026: Cinta, Keuangan, Karier, Kesehatan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka menyatakan bahwa Washington akan “menjalankan Venezuela” sementara waktu hingga terjadi transisi kekuasaan yang dianggap sah dan bijaksana.
Dalam pernyataannya, Trump justru menyebut Delcy RodrIguez sebagai figur paling mungkin memimpin Venezuela, alih-alih tokoh oposisi yang selama ini dikenal dunia.
Wakil Presiden yang Naik ke Panggung Utama
Delcy RodrIguez telah menjabat sebagai wakil presiden sejak 2018 dan dikenal sebagai salah satu loyalis terkuat Maduro.
Ia mengambil peran sentral di pemerintahan setelah berbulan-bulan tekanan ekonomi, diplomatik, dan militer dari Amerika Serikat terhadap Venezuela.
Meski Trump menyebut Rodríguez bersedia bekerja sama dengan AS, Rodríguez dengan tegas membantah klaim tersebut.
Dalam pidato yang disiarkan televisi pemerintah, ia menuntut bukti bahwa Maduro dan Cilia Flores masih hidup, serta mendesak pembebasan keduanya.
“Kami menuntut pembebasan segera Presiden Nicolás Maduro dan istrinya. Satu-satunya presiden Venezuela adalah Nicolás Maduro,” tegas Rodríguez.
“Venezuela tidak akan pernah menjadi koloni kekuatan mana pun. Kami siap mempertahankan negara ini.”
Latar Belakang Keluarga Politik
Delcy RodrIguez lahir di Caracas pada 1969 dari keluarga yang sangat lekat dengan ideologi kiri.
Ayahnya, Jorge Antonio Rodríguez, adalah tokoh Marxis yang terlibat dalam penculikan pengusaha Amerika William Niehous pada era 1970-an.
Sang ayah meninggal dunia dalam tahanan pada 1976 saat Delcy masih berusia tujuh tahun.
Dalam wawancara masa lalu, Rodríguez pernah menyebut bahwa perjuangan revolusioner keluarganya adalah bentuk perlawanan atas kematian sang ayah, narasi yang hingga kini membentuk sikap politiknya terhadap Amerika Serikat.
Karier Panjang di Era Chávez dan Maduro
Rodríguez berprofesi sebagai pengacara dan pernah menjadi dosen di Universitas Pusat Venezuela.
Karier politiknya dimulai pada era Presiden Hugo Chávez, tokoh kunci Revolusi Bolivarian.
Ia pernah menjabat berbagai posisi penting, termasuk Menteri Komunikasi, Menteri Luar Negeri perempuan pertama Venezuela, hingga Ketua Majelis Konstituante Nasional.
Sejak 2020, Rodríguez juga memegang jabatan strategis sebagai Menteri Keuangan dan Minyak, mengelola sektor energi yang menjadi tulang punggung ekonomi Venezuela.
Dalam peran tersebut, Rodríguez dikenal mampu menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan produksi minyak di tengah sanksi internasional yang berat.
Disanksi dan Kontroversi
Delcy RodrIguez termasuk pejabat Venezuela yang dikenai sanksi oleh Amerika Serikat, Uni Eropa, Kanada, dan Swiss.
Ia dituduh terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia dan penindasan oposisi politik.
Meski demikian, sebagian pejabat AS mengakui Rodríguez sebagai figur yang pragmatis dan profesional, terutama dalam mengelola sektor energi, alasan yang diyakini menjadi dasar Washington mempertimbangkan dirinya sebagai pemimpin transisi.
Masa Depan Venezuela di Persimpangan
Hingga kini, sejumlah pembantu utama Maduro masih berada di sisi Rodríguez, termasuk Menteri Pertahanan Vladimir Padrino López dan Menteri Dalam Negeri Diosdado Cabello, yang juga kakak kandung Rodríguez.
Belum jelas apakah Delcy RodrIguez akan benar-benar bekerja sama dengan Amerika Serikat atau justru menjadi simbol perlawanan baru.
Yang pasti, Venezuela kini berada di persimpangan sejarah, dengan Delcy RodrIguez sebagai tokoh kunci dalam babak politik paling genting dalam beberapa dekade terakhir.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.