Berita Internasional
Kim Jong Un Perintahkan Produksi Rudal Digenjot, Korea Utara Bangun Pabrik Senjata Baru
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memerintahkan para pejabatnya untuk meningkatkan produksi rudal dan amunisi artileri serta membangun
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PRESIDEN-KOREA-Kim-Jong-Un-melambaikan-tangan-sementara-senjata-nuklir-diluncurkan.jpg)
Selain itu, Kim juga dilaporkan mengawasi langsung uji coba peluncuran rudal anti-pesawat jarak jauh berketinggian tinggi di atas Laut Jepang.
Ia menyebut rencana modernisasi dan produksi senjata terbaru akan diumumkan dalam kongres Partai Pekerja Korea yang dijadwalkan berlangsung awal tahun depan.
Para analis menilai peningkatan uji coba rudal ini bertujuan menyempurnakan kemampuan serangan presisi, sekaligus memberi tekanan kepada Amerika Serikat dan Korea Selatan.
Uji coba tersebut juga diduga berkaitan dengan pengujian sistem senjata sebelum diekspor ke Rusia.
Hubungan Pyongyang dan Moskow kian menguat sejak Rusia menginvasi Ukraina hampir empat tahun lalu.
Korea Utara disebut telah mengirim pasukan, peluru artileri, rudal, dan sistem roket jarak jauh untuk mendukung Rusia berdasarkan pakta pertahanan bersama antara Kim Jong Un dan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Sebagai imbalan, Rusia dilaporkan memberikan bantuan finansial, teknologi militer, serta pasokan pangan dan energi kepada Korea Utara.
Washington juga menyebut ada bukti bahwa dukungan Rusia mencakup teknologi luar angkasa dan satelit canggih.
Peneliti asal Korea Utara, Ahn Chan-il, memperkirakan Pyongyang akan terus mencari teknologi militer tingkat lanjut dari Rusia, termasuk kemampuan kapal selam bertenaga nuklir dan jet tempur modern.
(*)