Jumat, 13 Maret 2026

Berita Internasional

Korea Selatan Umumkan Wabah Flu Burung H5 di Peternakan Ayam Petelur, Pemerintah Berlakukan Lockdown

Korea Selatan kembali diguncang ancaman penyakit hewan. Hal itu setelah pemerintah mengonfirmasi wabah flu burung (avian influenza)

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Korea Selatan Umumkan Wabah Flu Burung H5 di Peternakan Ayam Petelur, Pemerintah Berlakukan Lockdown
free
FLU BURUNG -- Korea selatan mendeteksi flu burung. 

Ringkasan Berita:
  • Wabah ini menjadi kasus pertama flu burung patogenik tinggi di sepanjang 2025, setelah virus pertama kali terdeteksi pada September lalu.
  • Wabah ini terdeteksi di sebuah peternakan di Pyeongtaek, berjarak sekitar 50 kilometer dari Seoul.
  • Markas Besar Manajemen Bencana Pusat bergerak cepat dengan mengirim tim respons darurat untuk menangani kasus tersebut.

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Korea Selatan kembali diguncang ancaman penyakit hewan.

Hal itu setelah pemerintah mengonfirmasi wabah flu burung (avian influenza) patogenik tinggi.

Kejadiannya di sebuah fasilitas ayam petelur komersial di Provinsi Gyeonggi.

Wabah ini terdeteksi di sebuah peternakan di Pyeongtaek, berjarak sekitar 50 kilometer dari Seoul.

Bahkan hal ini langsung memicu pemberlakuan langkah karantina secara menyeluruh di seluruh sektor perunggasan.

Baca juga: 118 Ribu Warga Gorontalo Dapat 20 Kg Beras dan 4L Minyak Goreng, Distribusi Dilepas Gubernur Gusnar

Tanggap Darurat Nasional, Pemerintah Kerahkan Tim Khusus

Markas Besar Manajemen Bencana Pusat bergerak cepat dengan mengirim tim respons darurat untuk menangani kasus tersebut.

Mereka kini menerapkan protokol karantina ketat: akses peternakan dibatasi total, pemusnahan unggas dilakukan secara sistematis, dan investigasi epidemiologis mendalam tengah berlangsung guna memastikan jalur penularan virus.

Selain itu, pemerintah memberlakukan larangan pergerakan unggas selama 36 jam di seluruh Korea Selatan.

Kebijakan ini menyasar peternakan ayam, fasilitas pengolahan, distribusi, hingga seluruh kendaraan yang terkait dengan industri perunggasan.

Tujuannya untuk mencegah penyebaran virus dari titik awal ke wilayah lain.

Warga Diminta Hindari Kawasan Burung Migran, Biosekuriti Diperketat

Otoritas kesehatan juga menerbitkan peringatan publik yang meminta masyarakat menjauh dari lokasi yang sering didatangi burung migran, salah satu sumber potensial penularan flu burung.

Para pemilik peternakan ayam, pemilik unggas rumahan, hingga penghobi burung diminta menaikkan standar biosekuriti dan mematuhi setiap panduan karantina.

Wabah ini menjadi kasus pertama flu burung patogenik tinggi di sepanjang 2025, setelah virus pertama kali terdeteksi pada September lalu.

Pemerintah menilai risiko penyebaran tetap tinggi mengingat kondisi migrasi burung yang masih berlangsung.

Ancaman Serius bagi Industri Perunggasan Korea Selatan

Meski bagian akhir laporan resmi pemerintah tentang dampak pertanian belum dirilis sepenuhnya, otoritas memperingatkan bahwa wabah pada fasilitas ayam petelur komersial bisa menimbulkan gangguan pada produksi telur dan rantai pasok unggas domestik.

Pemerintah tengah menyiapkan langkah kompensasi bagi peternak terdampak sambil memperkuat pemeriksaan biosekuriti di seluruh wilayah rawan.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Jumat, 13 Maret 2026 (23 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:30
Subuh 04:40
Zhuhr 12:01
‘Ashr 15:06
Maghrib 18:04
‘Isya’ 19:12

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved