Berita Internasional
Trump Turunkan Tarif Impor Daging, Kopi hingga Pisang demi Redam Lonjakan Biaya Hidup di Amerika
Trump menandatangani perintah eksekutif untuk menurunkan tarif impor berbagai komoditas pangan seperti daging sapi, pisang, kopi, tomat
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/TARIF-TRUMP-Gara-gara-tarif-import-mahal-bikin.jpg)
Di sektor protein, harga daging sapi juga merangkak naik. Data Consumer Price Index menunjukkan daging giling pada September 13 persen lebih mahal dibanding tahun lalu, sementara steak naik hampir 17 persen, kenaikan terbesar dalam lebih dari tiga tahun.
Meski AS merupakan produsen daging sapi besar, kekurangan ternak yang terus terjadi membuat harga tetap tinggi.
Pisang dan tomat juga mencatat kenaikan masing-masing sekitar 7 persen dan 1 persen, sementara biaya makanan yang dikonsumsi di rumah naik 2,7 persen pada September.
AS Tidak Bisa Produksi Cukup, Negara-negara Amerika Latin Dapat Angin Segar
Penghapusan tarif ini diumumkan sehari setelah AS meneken perjanjian dagang baru dengan Argentina, Guatemala, Ekuador, dan El Salvador.
AS berkomitmen mencabut tarif terhadap barang-barang yang tidak dapat ditanam, ditambang, atau diproduksi dalam jumlah cukup di dalam negeri.
Sejak kembali menjabat pada Januari, Trump memberlakukan tarif besar-besaran pada berbagai mitra dagang.
Ekonom memperingatkan bahwa langkah tersebut dapat memicu inflasi dan menahan pertumbuhan ekonomi.
Meski inflasi umum belum melonjak tajam, pemerintah mengakui bahwa tarif berdampak pada peningkatan sejumlah harga barang penting.
Mereka memperkirakan efek ini masih akan terasa dalam beberapa bulan ke depan.
Penasihat ekonomi Trump, Kevin Hassett, mengatakan pemerintah memahami kegelisahan publik terhadap menurunnya daya beli.
“Itu sesuatu yang akan kami perbaiki, dan kami akan memperbaikinya segera,” ujarnya.
(*)
| Padahal Tak Ikut Perang di Iran, Tapi India Justru Jadi Korban Terbesar saat Selat Hormuz Ditutup |
|
|---|
| Geger! Iran Klaim Tembak Jet Siluman F-35, AS Masih Selidiki |
|
|---|
| Krisis Energi Global Makin Nyata, Sri Lanka Ubah Sistem Kerja Jadi 4 Hari Sepekan |
|
|---|
| Amerika Gempur Posisi Rudal Iran di Selat Hormuz, Gunakan Bom “Penembus Bunker” 5.000 Pon |
|
|---|
| Kongres Amerika Siapkan 10 Pertanyaan “Interogasi” untuk Presiden Trump Terkait Perang Iran |
|
|---|