Berita Internasional
Pakistan dan Afghanistan Kembali Panas, Baku Tembak Pecah Saat Bahas Gencatan Senjata di Turki
Suasana tegang kembali mewarnai hubungan Pakistan dan Afghanistan setelah baku tembak singkat terjadi di perbatasan kedua negara, Kamis (6/11/2025).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PERTEMUAN-AMERIKA-PEMIMPIN-NEGARA-TIMU.jpg)
Ringkasan Berita:
- Baku tembak kembali pecah di perbatasan **Pakistan dan Afghanistan** meski kedua negara tengah berunding soal gencatan senjata di Istanbul, Turki
- Keduanya saling tuduh sebagai pihak yang lebih dulu menembak dalam insiden di wilayah Spin Boldak, Kandahar
- Pertemuan di Istanbul bertujuan memfinalisasi kesepakatan damai pasca bentrokan mematikan bulan lalu yang menewaskan puluhan orang.
TRIBUNGORONTALO.COM – Suasana tegang kembali mewarnai hubungan Pakistan dan Afghanistan setelah baku tembak singkat terjadi di perbatasan kedua negara, Kamis (6/11/2025).
Ironisnya, insiden ini berlangsung saat delegasi kedua negara sedang berunding di Istanbul, Turki, membahas finalisasi gencatan senjata pasca bentrokan mematikan bulan lalu.
Juru bicara pemerintah Afghanistan, Zabihullah Mujahid, mengatakan tembakan berasal dari pasukan Pakistan yang menyerang wilayah Spin Boldak, Provinsi Kandahar.
“Saat perundingan putaran ketiga berlangsung di Istanbul, pasukan Pakistan kembali menembak ke Spin Boldak, menimbulkan kepanikan di kalangan warga,” ujar Mujahid di platform X.
Baca juga: Pakistan dan Afghanistan Akhirnya Damai Lagi! Turki dan Qatar jadi Penengah
Ia menambahkan, pasukan Taliban tidak membalas serangan demi menghormati proses negosiasi dan menghindari korban sipil.
Namun, pemerintah Pakistan membantah tudingan tersebut.
“Kami menolak klaim dari pihak Afghanistan. Justru tembakan berasal dari wilayah mereka, dan pasukan kami hanya merespons secara terukur,” tulis Kementerian Informasi dan Penyiaran Pakistan di media sosial X.
Menurut laporan yang dikutip TribunGorontalo.com, baku tembak itu berlangsung sekitar 10 hingga 15 menit dan tidak menimbulkan korban.
Pertemuan di Istanbul sendiri merupakan upaya untuk menindaklanjuti kesepakatan gencatan senjata sementara yang dicapai 19 Oktober di Qatar, setelah sepekan bentrokan berdarah yang menewaskan puluhan warga sipil dan tentara di kedua sisi perbatasan.
Sebelumnya, negosiasi sempat terhenti pekan lalu karena perbedaan pandangan terkait mekanisme pengawasan gencatan senjata.
Meski demikian, Turki sebagai tuan rumah menyebut kedua pihak telah sepakat membentuk mekanisme pemantauan dan verifikasi untuk menjaga perdamaian dan menindak pelanggaran.
Hingga kini, semua pos lintas batas utama antara Pakistan dan Afghanistan masih ditutup, kecuali dua yang dibuka sebagian untuk memulangkan pengungsi Afghanistan.
Menurut data PBB, sedikitnya 50 warga sipil tewas dan 447 orang luka-luka di pihak Afghanistan sejak bentrokan awal Oktober, sementara militer Pakistan mencatat 23 prajurit tewas dan 29 terluka.(*)
| Perang Iran Picu Krisis Pangan Global, Pupuk Langka dan Harga Terancam Naik |
|
|---|
| Ditekan Trump, Inggris Ogah Ikut Terlibat Lebih Jauh di Konflik Iran |
|
|---|
| Analis Ungkap Penyebab Emas Anjlok di Maret 2026 |
|
|---|
| Komandan IRGC Dilaporkan Meninggal, Iran Klaim Bakal Luncurkan Puluhan Serangan |
|
|---|
| Presiden Amerika Trump Ngaku Diminta Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Tapi Ditolaknya |
|
|---|