Berita Internasional
150 Negara Dukung Palestina, Netanyahu Panas Dingin Tertekan, Donald Trump Terpojok
Dukungan global terhadap pengakuan Negara Palestina semakin meluas. Hingga kini, sekitar 150 dari 193 anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/SIDANG-PBB-Ilustrasi-sidang-PBB-dibuat-menggunakan-kecerdasan-buatan-AI.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Dukungan global terhadap pengakuan Negara Palestina semakin meluas. Hingga kini, sekitar 150 dari 193 anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menyatakan pengakuannya.
Gelombang terbaru datang dari empat negara Barat berpengaruh: Inggris, Kanada, Australia, dan Portugal, yang memutuskan bergabung dengan mayoritas dunia mendukung Palestina sebagai negara berdaulat.
Langkah keempat negara tersebut menjadi titik balik besar, sebab sebelumnya negara-negara Barat cenderung berhati-hati dalam isu Palestina.
Pengakuan ini segera diikuti oleh Prancis, Luksemburg, San Marino, Belgia, Andorra, dan Malta.
Baca juga: Sosok dan Harta Kekayaan Anggito Abimayu, Ketua DK LPS Baru
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyatakan, pengakuan itu tidak bisa ditunda lagi di tengah krisis kemanusiaan di Gaza.
London menyebut pengakuan dilakukan berdasarkan garis perbatasan 1967 dengan pertukaran wilayah yang setara, yang akan difinalisasi lewat negosiasi lanjutan.
Kanada juga menegaskan pengakuannya dalam percakapan telepon antara PM Mark Carney dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada 31 Juli lalu.
Sementara Australia menyatakan posisinya pada 11 Agustus, disusul Portugal akhir pekan lalu.
Israel Bereaksi Keras
Pemerintah Israel merespons dengan marah. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menuding langkah pengakuan Palestina sebagai “hadiah bagi terorisme” setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.
“Saya punya pesan jelas: negara Palestina tidak akan berdiri di barat Sungai Yordan,” ujar Netanyahu.
Keluarga para sandera yang masih ditahan di Gaza pun mengecam keputusan Inggris dan negara-negara Barat lain.
Baca juga: Wahyudin Moridu dan Ahmad Sahroni, 2 Sopir Truk Berbeda Nasib di Dunia Politik
Di sisi lain, Palestina menyambut hangat gelombang dukungan ini.
Kepala Misi Palestina di Inggris, Husam Zomlot, menyebut langkah London sebagai “signifikan dan sudah lama ditunggu.”
Presiden Palestina Mahmoud Abbas menilai pengakuan tersebut akan membuka jalan bagi Palestina untuk hidup berdampingan dengan Israel dalam keamanan dan perdamaian.