Kematian Charlie Kirk
Penembakan Charlie Kirk: FBI Rilis Foto Terduga Pelaku, Trump Sebut "Pembunuhan Keji"
Penyelidik Amerika Serikat pada Kamis (11/9/2025) merilis foto dan video seorang terduga pelaku dalam kasus penembakan mematikan aktivis
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/TERDUGA-PELAKU-Seorang-pemuda-berkaos-bendera-amerika.jpg)
FBI menawarkan hadiah US$100.000 (sekitar Rp1,5 miliar) bagi siapa saja yang memberikan informasi hingga pelaku ditangkap.
Gubernur Utah Spencer Cox meminta bantuan masyarakat.
“Kami tidak bisa melakukan pekerjaan ini tanpa bantuan publik,” katanya.
Hingga Kamis malam, otoritas menerima lebih dari 7.000 laporan dan telah melakukan lebih dari 200 wawancara.
Trump Janjikan Penghargaan Tertinggi
Kirk adalah pendiri sekaligus presiden organisasi mahasiswa konservatif Turning Point USA, dan tengah menjalani tur “American Comeback” di berbagai kampus AS.
Kematian tragisnya memicu kecaman dari berbagai pihak, baik dari Partai Republik, Demokrat, hingga pemerintah asing.
Trump mengatakan akan menganugerahkan Presidential Medal of Freedom, penghargaan sipil tertinggi di AS, kepada Kirk.
Sementara itu, Wakil Presiden JD Vance membatalkan agenda memperingati serangan 11 September di New York, dan justru mendampingi keluarga Kirk membawa jenazah pulang ke Arizona dengan pesawat kepresidenan Air Force Two.
Di Berlin, Jerman, masyarakat menggelar doa bersama dengan lilin dan bunga di depan Kedutaan Besar AS, dengan poster bertuliskan: “In Memory of Charlie Kirk, for freedom, patriotism and justice.”
Jejak Politik dan Peninggalan Kirk
Sejak remaja, Kirk telah aktif dalam gerakan politik konservatif yang ia sebut dipengaruhi oleh iman Kristennya.
Ia dikenal sebagai pembicara muda yang karismatik, membela kebijakan sayap kanan dalam isu ras, gender, imigrasi, agama, hingga regulasi senjata.
Banyak pejabat Republik mengaku karier politik mereka tak lepas dari dukungan Kirk.
JD Vance menulis di media sosial: “Begitu banyak kesuksesan pemerintahan ini berasal dari kemampuan Charlie untuk mengorganisir dan mempertemukan orang.”