Berita Internasional
Update Kondisi Nepal! PM Mundur, Gedung Parlemen Dibakar, Menteri Dikejar Massa
Nepal tengah dilanda krisis politik dan sosial besar-besaran setelah gelombang demonstrasi yang dipimpin oleh generasi muda
TRIBUNGORONTALO.COM -- Nepal tengah dilanda krisis politik dan sosial besar-besaran setelah gelombang demonstrasi yang dipimpin oleh generasi muda memaksa Perdana Menteri K.P. Sharma Oli mengundurkan diri dari jabatannya.
Aksi protes yang awalnya dipicu oleh larangan akses ke media sosial kini berkembang menjadi gerakan nasional menentang korupsi dan otoritarianisme.
Pemerintah Nepal sebelumnya mengeluarkan kebijakan pemblokiran terhadap sejumlah platform media sosial seperti Facebook dan Instagram pada Kamis (4/9/2025), menyusul ketidakpatuhan perusahaan-perusahaan tersebut untuk mendaftar ke Kementerian Komunikasi dan Teknologi Informasi.
Tenggat waktu yang diberikan sejak 28 Agustus tidak dipenuhi, sehingga pemblokiran diberlakukan secara menyeluruh.
Kebijakan tersebut memicu kemarahan publik, terutama dari kalangan muda yang aktif di dunia digital.
Ribuan demonstran turun ke jalan pada Senin (8/9), menuntut pencabutan larangan dan mengangkat isu-isu yang lebih luas seperti korupsi, nepotisme, dan ketidakadilan sosial.
Bentrokan dengan aparat tak terhindarkan, menyebabkan sedikitnya 19 orang tewas dan lebih dari 100 lainnya luka-luka2.
PM Oli Mundur, Gedung Pemerintahan Dibakar
Dalam surat pengunduran dirinya kepada Presiden Ram Chandra Poudel, Oli menyatakan bahwa langkah tersebut diambil untuk meredakan ketegangan dan membuka jalan bagi penyelesaian politik sesuai konstitusi. Namun, pengunduran diri itu tidak serta-merta meredakan amarah publik.
Pada Selasa (9/9), demonstrasi semakin meluas. Ribuan pemuda kembali memenuhi jalanan Kathmandu, menolak jam malam dan menyerukan perubahan sistem.
Gedung parlemen, rumah presiden, kantor perdana menteri, dan sejumlah kementerian dibakar massa.
Kantor media terbesar di Nepal, Kantipur, juga menjadi sasaran amuk demonstran3.
Tokoh protes Sudan Gurung menyebut bahwa “pemerintah telah jatuh, dan kaum muda telah memenangkan protes.” Unggahan tersebut viral di Instagram setelah platform itu kembali dapat diakses melalui VPN.
Presiden Poudel dan Panglima Militer Ashok Raj Sigdel menyerukan dialog damai dan meminta demonstran menghentikan aksi kekerasan.
Namun, situasi di lapangan masih belum kondusif. Tentara Nepal kini mengambil alih pengamanan nasional, termasuk pengawasan bandara internasional dan kompleks pemerintahan.
Menteri Dikejar dan Dipukuli, Politisi Terluka
Kemarahan publik juga menyasar langsung para pejabat tinggi. Menteri Keuangan Bishnu Prasad Paudel dikejar massa di jalanan Kathmandu.
Dalam video yang beredar luas, Paudel terlihat ditendang oleh seorang demonstran hingga terjatuh dan menabrak tembok.
Tak hanya itu, pemimpin Partai Kongres Nepal Sher Bahadur Deuba dan istrinya, Menteri Luar Negeri Arzu Rana Deuba, juga menjadi korban kekerasan massa. Keduanya tampak berdarah dan harus dievakuasi ke tempat aman4.
Partai Kongres merupakan partai terbesar di Nepal dan bagian dari koalisi pemerintahan.
Serangan terhadap para pemimpinnya menunjukkan eskalasi protes yang kini menyasar seluruh elite politik.
Situasi Terkini: Curfew, Bandara Ditutup, Warga Terjebak
Nepal Army telah menetapkan jam malam nasional dari pukul 17.00 hingga 06.00 pagi.
Bandara Internasional Tribhuvan ditutup sementara, menyebabkan ratusan warga asing, termasuk WNI dan penumpang dari India, terjebak di Kathmandu.
Protes yang awalnya disebut sebagai gerakan Gen Z kini berkembang menjadi gerakan lintas generasi.
“Ini bukan lagi soal media sosial. Ini tentang masa depan Nepal,” ujar seorang tenaga kesehatan berusia 25 tahun kepada media lokal.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/KEBAKARAN-GEDUNG-Gedung-Parlemen-Nepal-dibakar-masa-yang-melakukan-aksi-protes.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.