Demo Mahasiswa Gorontalo
Kericuhan Demonstrasi Mahasiswa di Gorontalo Disorot Media Asing
Kericuhan saat demonstrasi mahasiswa di simpang lima Telaga, Kabupaten Gorontalo pada Senin (1/9/2025), menjadi sorotan media asing.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kolase-tangkapan-layar-kericuhan-demo-di-Gorontalo-yang-disoroti-media-asing.jpg)
Pihak kepolisian mengamankan sedikitnya 11 orang yang diduga terlibat dalam kericuhan.
Padahal, demonstrasi yang diikuti oleh 39 organisasi mahasiswa ini awalnya berjalan damai. Massa aksi menutup akses jalan di kawasan tersebut sebagai bentuk kekecewaan terhadap kebijakan pemerintah dan DPR RI.
Unjuk rasa yang dimulai dengan tertib itu akhirnya berakhir ricuh setelah aparat mengambil langkah tegas menjelang malam.
Sorotan Al Jazeera English ini menjadi catatan baru bahwa perlawanan mahasiswa di daerah tidak hanya menjadi isu nasional, tetapi juga menarik perhatian media internasional.
Baca juga: BREAKING NEWS: Puluhan Mahasiswa Geruduk Polda Gorontalo, Tuntut Ketua IMM Dibebaskan
Profil Al Jazeera
Al Jazeera didirikan tahun 1996 di Doha, Qatar. Al Jazeera awalnya diluncurkan sebagai stasiun TV berita berbahasa Arab pertama di dunia yang independen dari kontrol pemerintah.
Nama "Al Jazeera" sendiri dalam bahasa Arab berarti "Pulau" atau "Semenanjung", merujuk pada Semenanjung Arab.
Al Jazeera dikenal karena pendekatannya yang berani dan sering kali kritis terhadap isu-isu di Timur Tengah. Mereka memelopori jurnalisme investigasi dan menghadirkan berbagai sudut pandang, termasuk yang sering kali diabaikan oleh media lain.
Slogan mereka, "The Opinion and the Other Opinion," (Pendapat dan Pendapat Lain) mencerminkan komitmen ini
Setelah sukses dengan saluran berbahasa Arab, Al Jazeera memperluas jangkauannya dengan meluncurkan Al Jazeera English pada tahun 2006.
Saluran ini menargetkan audiens global dan bersaing dengan media berita besar lainnya seperti BBC dan CNN. Jaringan ini juga memiliki saluran lain, seperti Al Jazeera Documentary dan Al Jazeera Mubasher (siaran langsung).
Meskipun Al Jazeera mendapatkan banyak penghargaan atas liputan investigasinya, mereka juga tidak luput dari kritik.
Jaringan ini sering dituduh memiliki bias, terutama terkait dengan kebijakan luar negeri Qatar dan hubungannya dengan kelompok-kelompok tertentu.
Namun, Al Jazeera selalu membela diri dengan menegaskan bahwa mereka tetap berpegang pada standar jurnalisme yang profesional dan objektif.
Secara singkat, Al Jazeera adalah salah satu jaringan media paling berpengaruh di dunia yang telah mengubah lanskap jurnalisme, terutama di Timur Tengah, dengan menawarkan narasi alternatif dan sudut pandang yang berbeda.
(tribungorontalo.com/ht)