Demo Mahasiswa Gorontalo
BREAKING NEWS: Puluhan Mahasiswa Geruduk Polda Gorontalo, Tuntut Ketua IMM Dibebaskan
Puluhan massa aksi dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Gorontalo mendatangi Markas Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Demo-mahasiswa-IMM-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Puluhan massa aksi dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Gorontalo mendatangi Markas Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo, Selasa (2/9/2025) siang.
Kedatangan massa dengan jas almamater merah marun itu untuk menuntut pembebasan Ketua DPD IMM Gorontalo, Mohamad Arif Hidayatullah Bina.
Arif ditahan usai aksi unjuk rasa di simpang lima Telaga, Kota Gorontalo, yang berakhir ricuh pada Senin (1/9/2025) malam.
Massa aksi yang berasal dari berbagai cabang IMM se-Provinsi Gorontalo, mulai dari Pohuwato hingga Kota Gorontalo, berkumpul di depan Mapolda sekitar pukul 14.30 Wita.
Mereka membawa bendera organisasi, berorasi dengan pengeras suara dari mobil pikap putih, dan berjejer di pintu masuk Mako Polda.
Ketua IMM Kota Gorontalo, Arya Syahrain, menegaskan pihaknya menolak penahanan ketua DPD IMM.
“Kami meminta Kapolda untuk membebaskan ketua kami yang ditahan pihak kepolisian. Jika tidak dipenuhi, kami akan membawa massa lebih banyak lagi,” ujarnya lantang.
Arya menilai penahanan Arif tidak adil.
Menurutnya, Arif bahkan sudah memilih mundur dari barisan saat situasi aksi mulai ricuh.
“Ketua kami tidak melakukan anarkis. Kenapa justru ketua kami yang ditahan?” tegasnya.
Pantauan TribunGorontalo.com, aparat kepolisian tampak berjaga di dalam pagar Mapolda.
Sementara itu, beberapa pimpinan IMM sudah masuk ke Mapolda untuk melakukan konsultasi terkait upaya pembebasan Arif.
Hingga berita ini diturunkan, proses konsultasi antara pengurus IMM dan pihak kepolisian masih berlangsung di Mapolda Gorontalo.
Massa aksi yang berada di luar pagar Mapolda memilih menunggu hasil pertemuan tersebut.
“Kami akan tetap di sini sampai ada keputusan. Ketua kami harus bebas,” teriak salah satu orator IMM dari atas mobil komando.
Baca juga: Polda Gorontalo Periksa Mahasiswa, Telusuri Provokator hingga Perusak Pos Polisi