Wisata Gorontalo
900 Wisatawan Kunjungi Destinasi Hiu Paus Gorontalo saat Libur Lebaran 2026, Ada Turis Mancanegara
Kawasan wisata Hiu Paus Botubarani kembali menjadi primadona utama selama masa libur panjang Lebaran 2026
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Suasana-wisata-Hiu-Paus-Botubarani-di-Kabupaten-Bone-Bolango-Provinsi-Gorontalo.jpg)
Beberapa negara Eropa tercatat sering mengirimkan perwakilannya ke destinasi unik ini. Ismon menyebutkan beberapa negara yang warganya paling sering terlihat mengantre di pangkalan untuk naik ke perahu kayu.
“Ada wisatawan dari Belanda, Jerman, dan Perancis. Tiga negara itu yang paling sering datang berkunjung ke sini belakangan ini,” jelas Ismon merinci asal negara para turis asing tersebut.
Meskipun terjadi lonjakan kunjungan yang cukup tajam saat libur Lebaran, pihak pengelola tetap menjaga integritas layanan. Salah satu kebijakan yang sangat diapresiasi oleh pengunjung adalah stabilitas harga sewa.
Ismon menegaskan bahwa pihak pengelola sama sekali tidak menaikkan tarif sewa fasilitas meskipun permintaan sedang tinggi-tingginya. Kebijakan ini diambil demi menjaga kepercayaan wisatawan dalam jangka panjang.
Harga yang diberlakukan saat ini masih sama dengan tarif pada tahun-tahun sebelumnya. Pengelola ingin memastikan bahwa wisata hiu paus tetap dapat dinikmati oleh berbagai lapisan masyarakat tanpa beban biaya tambahan.
Selain masalah tarif, aspek kualitas pelayanan juga menjadi fokus utama pengelola selama masa libur panjang. Ismon mengaku terus memantau masukan dari para pengunjung yang datang dari berbagai pangkalan.
Hingga hari terakhir pemantauan di bulan Maret tersebut, ia mengaku belum menerima keluhan yang berarti. Para pengunjung tampak puas dengan sistem antrean dan pelayanan pemandu yang telah dijalankan di pangkalan.
"Sejauh ini kami belum menerima komplain terkait pelayanan maupun fasilitas yang tersedia bagi wisatawan di sini," tuturnya dengan penuh rasa syukur.
Melihat antusiasme yang tinggi, pihak pengelola tidak lantas berpuas diri dengan kondisi yang ada. Ismon mengungkapkan adanya rencana pengembangan fasilitas di masa depan untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung.
Salah satu rencana yang dianggap cukup mendesak adalah perbaikan sarana akses masuk bagi para tamu. Hal ini dilakukan agar wisatawan merasa lebih terlindungi dari faktor cuaca ekstrem saat menuju dermaga.
“Ada rencana penambahan fasilitas, salah satunya pemasangan atap atau kanopi di lorong masuk pangkalan kami,” ujar Ismon memaparkan rencana kerjanya ke depan.
Langkah ini diambil untuk mengantisipasi cuaca yang terkadang tidak menentu di pesisir pantai. “Tujuannya supaya kalau hujan, para pengunjung tidak kebasahan saat mengantre atau berjalan masuk,” tambahnya lagi.
Keberuntungan wisatawan tahun ini juga didukung oleh kondisi alam yang sangat bersahabat. Kemunculan hiu paus di perairan Botubarani terbilang sangat konsisten setiap harinya selama momen libur Lebaran.
Hal ini menjadi berkah tersendiri karena wisatawan tidak perlu menunggu waktu yang lama untuk bisa bertemu dengan mamalia laut tersebut. Frekuensi kemunculannya pun tergolong tinggi dibanding hari-hari biasanya.
“Tiap hari jumlah yang muncul tidak menentu, namun selalu ada. Paling sedikit empat ekor dan paling banyak bisa mencapai enam ekor sekaligus,” pungkas Ismon menutup penjelasannya.
Baca juga: Semarak Tradisi Ketupat Gorontalo, Intip Persiapan Balap Perahu Ketinting di Leato Selatan
Kesan Wisatawan