Jumat, 27 Maret 2026

Tradisi Ketupat Gorontalo

Semarak Tradisi Ketupat di Tapa Gorontalo, Emak-emak Balap Karung hingga Main Bola di Lapangan Ippot

Suasana perayaan tradisi Ketupat 2026 di Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, berlangsung meriah.

Tayang:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Semarak Tradisi Ketupat di Tapa Gorontalo, Emak-emak Balap Karung hingga Main Bola di Lapangan Ippot
TribunGorontalo.com
TRADISI KETUPAT — Ibu-ibu dari berbagai desa mengikuti lomba balap karung di Lapangan Ippot Tapa, Gorontalo, Jumat (27/3/2026). Semarak tradisi Ketupat mulai terlihat dari antusiasme warga. 

Ringkasan Berita:
  • Kemeriahan Lomba Tradisional: Warga memadati Lapangan Ippot untuk menyaksikan berbagai lomba unik, mulai dari lari karung estafet hingga sepak bola dangdut yang diikuti oleh ibu-ibu.
  • Pendorong Ekonomi Lokal: Acara ini menjadi berkah bagi UMKM dan pedagang kecil di sekitar lokasi
  • Penguat Solidaritas & Pengurai Keramaian: Kegiatan ini berfungsi sebagai wadah silaturahmi sekaligus langkah strategis pemerintah kecamatan untuk menyebarkan titik keramaian perayaan Ketupat

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Suasana perayaan tradisi Ketupat 2026 di Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, berlangsung meriah.

Warga dari berbagai desa memadati Lapangan Ippot yang terletak di Desa Talumopatu, Jumat (27/3/2026) sore.

Sejak pukul 15.00 Wita, masyarakat mulai berdatangan bersama keluarga dan kerabat. Lapangan yang menjadi pusat kegiatan tersebut dipenuhi sorak-sorai penonton yang antusias menyaksikan berbagai lomba tradisional.

Sejumlah perlombaan digelar untuk memeriahkan suasana, mulai dari lari karung estafet, lari kelereng, lomba kursi goyang, hingga sepak bola dangdut yang diikuti oleh perempuan dewasa (emak-emak).

Teriakan penonton pecah, terutama saat lomba lari karung berlangsung; peserta dan penonton tampak larut dalam kegembiraan yang sama.

Anak-anak terlihat ceria berlarian di sekitar arena, sementara warga lainnya duduk di pinggir lapangan menikmati atmosfer perayaan. Banyaknya pengunjung yang datang bersama keluarga menjadikan lokasi ini sebagai ruang komunal dalam rangkaian perayaan Ketupat tahun ini.

Dampak Positif bagi Ekonomi Lokal

Baca juga: Tradisi Ketupat di Kota Utara Gorontalo, Warga Siapkan Ribuan Hidangan hingga Perlombaan Tradisional

Potret anak-anak berpartisipasi dalam lomba balap kelereng
TRADISI KETUPAT — Potret anak-anak berpartisipasi dalam lomba balap kelereng di Lapangan Ippot Tapa, Jumat (27/3/2026). (Sumber: TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga)

Di sisi lain, aktivitas ekonomi warga turut menggeliat. Pedagang makanan dan minuman memadati area sekitar lapangan. 

Lapak-lapak sederhana ramai diserbu pembeli, menciptakan perputaran uang yang dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.

Sponsor utama kegiatan, Hendra Saputra Koniyo, menyampaikan bahwa acara ini merupakan momentum penting untuk mempererat kebersamaan. Ia menilai keterlibatan berbagai unsur, mulai dari tokoh masyarakat hingga aparat pemerintah, menjadi kekuatan utama dalam menjaga kekompakan wilayah.

"Jika semua pihak solid, kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan setiap tahun. Selain hiburan, ini adalah wadah menyatukan masyarakat dalam suasana kekeluargaan," ujar Hendra.

Ia juga menekankan pentingnya mendorong sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). "UMKM harus ikut tumbuh. Melalui kegiatan seperti ini, dampak ekonomi bisa dirasakan langsung oleh warga," tambahnya.

Apresiasi Pemerintah Setempat

Camat Tapa, Rahmat Hidayat Helingo, mengapresiasi kolaborasi seluruh pihak dalam menyukseskan rangkaian acara tersebut. Ia menilai pemilihan Lapangan Ippot sebagai lokasi kegiatan adalah langkah strategis untuk mendistribusikan pusat keramaian.

Menurut Rahmat, selama ini perayaan Ketupat cenderung terpusat di titik-titik tertentu saja. Dengan adanya kegiatan di Tapa, masyarakat memiliki alternatif lokasi tanpa mengurangi kemeriahan tradisi.

"Ini membantu mengurai kepadatan sekaligus memberi ruang bagi masyarakat untuk menikmati suasana Ketupat dengan lebih leluasa," jelas Rahmat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved