Kecelakaan di Gorontalo
Usai Kecelakaan Maut, Camat Bonepantai Soroti Bahaya Jembatan Bilolantunga Gorontalo
Kecelakaan maut di jembatan Desa Bilolantunga, Kecamatan Bone, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo pada Selasa (24/3/2026) sore
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/KECELAKAAN-Kolase-kecelakaan-kendaraan-bermotor-di-pesisir-Gorontalo.jpg)
Ringkasan Berita:
- Lili Prawaty menegaskan jembatan Bilolantunga memiliki struktur sempit yang sering memicu kecelakaan
- Ia mengingatkan masyarakat agar tidak memacu kendaraan berlebihan, terutama saat melintas di titik sempit jembatan
- Meski tak berada di lokasi, Lili memastikan aparat kepolisian segera turun melakukan evakuasi dan pengamanan jalur
TRIBUNGORONTALO.COM – Kecelakaan maut di jembatan Desa Bilolantunga, Kecamatan Bone, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo pada Selasa (24/3/2026) sore, memicu reaksi dari pemerintah setempat.
Camat Bonepantai, Lili Prawaty Abas, kini memberikan perhatian khusus dan menyoroti kondisi jembatan tersebut yang dinilai menjadi titik rawan kecelakaan fatal bagi masyarakat yang melintas.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 17.00 Wita tersebut melibatkan benturan keras antara sebuah sepeda motor matic dengan truk bermuatan gas Elpiji (LPG).
Akibat tabrakan yang sangat hebat di area sempit tersebut, pengendara motor dilaporkan meninggal dunia seketika di lokasi kejadian (TKP).
Lili Prawaty mengungkapkan keprihatinannya yang mendalam atas hilangnya nyawa warga di wilayah yang berada dalam koordinasi pengawasannya tersebut.
Meski saat kejadian dirinya tengah menjalankan tugas kedinasan di luar daerah, Lili mengaku terus memantau perkembangan situasi melalui laporan staf dan pihak kepolisian.
"Saya sedang berada di kota sejak pagi hingga malam hari untuk memenuhi undangan dari Bapak Bupati, namun laporan segera masuk ke saya," ujar Lili saat dikonfirmasi TribunGorontalo.com, Rabu (25/3/2026).
Kondisi Jembatan Sempit yang Mengancam Nyawa
Ia menjelaskan bahwa koordinasi antarinstansi di lapangan sebenarnya sudah berjalan dengan sangat baik dan cepat. Petugas dari Polsek Bone maupun Polsek Bone Raya segera turun ke lokasi tak lama setelah benturan maut itu terjadi untuk mengevakuasi korban.
Namun, di balik penanganan yang cepat tersebut, Lili menaruh perhatian besar pada faktor penyebab teknis di lapangan, khususnya infrastruktur jembatan. Jembatan Bilolantunga, menurut pengamatan Lili, memang memiliki karakteristik yang menuntut tingkat kewaspadaan tinggi dari setiap pengendara.
Struktur jembatan yang relatif kecil dan sempit menjadi tantangan tersendiri, terutama ketika dua kendaraan besar dan kecil berpapasan di titik yang sama secara bersamaan.
"Di situ memang ada beberapa titik yang cukup rawan, terutama di area jembatan kecil itu," ungkap Lili dengan nada serius.
Ia menilai bahwa posisi jembatan tersebut sering kali mengecoh pengendara yang tidak terbiasa dengan medan di wilayah pesisir Bone Bolango. Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa para pengendara memang harus ekstra hati-hati saat melintas, terutama di jam-jam sibuk atau saat kondisi cuaca tertentu.
Berdasarkan informasi awal yang ia terima, diduga ada faktor kecepatan tinggi yang memicu terjadinya benturan maut tersebut. Dugaan sementara menyebutkan kendaraan dari arah kota melaju kencang, sementara dari arah berlawanan muncul truk LPG yang bertemu tepat di titik sempit jembatan.
Kondisi jalan yang mungkin terlihat lengang di sore hari sering kali membuat pengendara terlena untuk memacu kendaraan mereka di atas batas normal. Lili pun secara tegas mengimbau kepada seluruh masyarakat dan pengguna jalan Trans Sulawesi agar tidak memacu kendaraan secara berlebihan.