Perayaan Idulfitri
Suasana Salat Idulfitri di Bone Bolango Gorontalo, Momen Perantau Pulang Kampung
Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa saat salat Idulfitri di Masjid Al Mutawaqqillin, Desa Kopi,
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Aldi Ponge
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Suasana-salat-Idulfitri-di-Desa-Kopi.jpg)
Banyak Perantau Pulang Kampung
Kepala dusun, Parman S. Giu, mengatakan jumlah jamaah tahun ini meningkat karena banyaknya warga yang pulang dari perantauan.
“Banyak yang pulang kampung dari Manado dan daerah lain. Jadi setiap Idulfitri masjid selalu penuh,” ujarnya.
Ia menyebutkan kapasitas masjid sekitar 500 jamaah, namun pada momen hari raya jumlah tersebut meningkat signifikan.
“Makanya kita siapkan tambahan di luar, termasuk sampai ke badan jalan dan sekitar tempat wudhu,” tambahnya.
Persiapan pelaksanaan salat Id telah dilakukan sejak sehari sebelumnya.
Warga bersama panitia bergotong royong memasang tenda, membentangkan karpet, hingga membersihkan area sekitar masjid.
“Sejak sore sampai malam kami sudah siapkan semua, supaya pagi hari jamaah tinggal datang dan bisa langsung beribadah dengan nyaman,” jelas Parman.
Masjid Al Mutawaqqillin yang dibangun sekitar tahun 2007 menjadi pusat kegiatan keagamaan warga Desa Kopi.
Meski beberapa bagian masih dalam tahap renovasi, hal itu tidak mengurangi kekhusyukan jamaah dalam beribadah.
Usai pelaksanaan salat dan khutbah, suasana berubah menjadi penuh haru.
Jamaah saling bersalaman dan bermaaf-maafan. Tidak sedikit yang terlihat berpelukan erat, melepas rindu setelah lama terpisah.
Beberapa di antaranya bahkan tampak menitikkan air mata.
Tangis haru pecah di tengah kerumunan, terutama saat anggota keluarga yang lama merantau akhirnya kembali dan bertemu di momen Idulfitri.
Di sudut lain, terdengar sapaan hangat dan tawa kecil, menandai kebahagiaan sederhana warga yang kembali berkumpul.